Inisiasi Kerjasama Balai Inkubator Teknologi BPPT dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Jakarta, BPPT – Balai Inkubator Teknologi BPPT yang diwakili oleh R. Agus Sampurna,  Salman Al farisy, Virny Zasyana ,  Harsvela Klapica Nastiti, dan Shabrina Nurfitria. Dalam rangka seleksi tenant balai inkubator BPPT tahap II melakukan inisisasi kerjasama dan memberikan info kepada Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Hal tersebut dimaksudkan untuk menyaring tenant dari instansi pemerintah di luar BPPT (Kamis, 04/07/2019).
Sejak bulan April 2019 Tim seleksi tenant BIT telah menggencarkan promosi Seleksei Tenan Batch II untuk menjaring sebanyak – banyaknya Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi yang memang berkompeten. Tim memasang X-Banner kegiatan Seleksi Tenan Batch II di gedung – gedung BPPT di Kawasan Puspipitek dan Kantor Pusat BPPT di Thamrin. Untuk Intern BPPT Tim seleksi tenant BIT juga berencana untuk mengadakan roadshow ke masing – masing unit kerja BPPT. Kegiatan ini juga dinisiasi tidak hanya didalam BPPT dan untuk masyarakat luas tetapi juga ke instansi lain.  Hal tersebutlah yang melatarbelakangi BIT berkunjung ke Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Pihak Kominfo menerima dengan sangat antusias kedatangan Tim BIT. Kominfo mendapatkan mandat dari presiden untuk merintis ekosistem 1000 start up digital di Indonesia sampai dengan 2020. Tentunya hal tersebut bukanlah hal yang mudah. 1000 bukanlah angka yang sedikit. Mengetahui bahwa ternyata BPPT memiliki Inkubator milik pemerintah yang bersifat netral dan tidak mengambil keuntungan Pihak Kominfo menyambut hangat dan sangat mendukung kegiatan atau kemungkinan untuk saling bekerjasamsa dan bersinergi kedepanya.
Hal tersebut juga dijelaskan oleh Sonny Hendra Sudaryana, ST., M.MT, Kasie Perancangan Pemberdayaan Kreatifitas TIK. Menurutnya program – program untuk mendukung tumbuh kembangnya startup – strat up di bidang IT belum maksimal karena belum ada mitra untuk membangun ekosistem yang baik bagi startup tersebut. Saat ini start up start up it 47% kesulitan menghire orang, sehingga butuh di koneksikan dengan ahli atau dengan pihak yang sesuai dan jaringan mereka masih sangat terbatas. Disitulah peran Inkubator bagi para startup, Inkubator sangat dibutuhkan bagi startup – startup yang masih berkembang ini.
Sinergi antara instansi pemerintah ini diharapkan dapat berlanjut kearah yang lebih serius. Karena ketertarikannya pada program – program BIT yang dirasa dapat membantu untuk saling menciptakan ekosistem yang sesuai bagi startup, pada hari Jumat (05/07) pihak Kominfo berencana melakukan kunjungan balasan dalam rangka untuk melihat langsung fasilitas yang dapat dimanfaatkan tenan di Gedung Manajemen BPPT serta mendengarkan presentasi mengenai Company Profile secara lengkap agar pihak Kominfo lebih dapat merencanakan lagi bentuk kerjasama yang dapat dilakukan antara kedua belah pihak. (Que)

 

 

 

BALAI INKUBATOR TEKNOLOGI DAN SOCIOPRENEURID BERSINERGI MENGEMBANGKAN EKOSISTEM WIRAUSAHA

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

 

Bertempat di Lounge Gedung 720 (Pusat Inovasi dan BIsnis Teknologi) BPPT di Kawasan PUSPIPTEK, Setu, Tangerang Selatan pada tanggal 17 Juni 2019, BIT dan SociopreneurID berkomitmen pada kerjasama pengembangan ekosistem wirausaha.

Kepala BIT, Anugerah Widiyanto, pada sambutannya mengemukakan antusiasmenya menanti kolaborasi dari kerjasama ini. Bagaimana tidak, dengan adanya kerjasama ini, program inkubasi Balai Inkubator Teknologi (BIT) BPPT akan memasuki tahapan baru dalam kegiatannya sebagai inkubator pemerintah yang bertugas membina Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT). Tidak hanya sekedar meningkatkan kapasitas usaha PPBT binaan, kegiatan bersama ini diharapkan mampu menjembatani PPBT binaan BIT untuk membuka jaringan lebih luas dalam lingkungan wirausaha yang positif dan peduli sosial, sehingga kegiatan usahanya dapat terus berkembang dan berkelanjutan.

Dessy Aliandrina, selaku Founder SociopreneurID telah memiliki jaringan yang luas di dalam dan luar negeri dalam usahanya membentuk ekosistem berwirausaha yang perduli pada lingkungan dan sosial. Bergandengan dengan BIT BPPT, tentu membuka peluang memenuhi kebutuhan-kebutuhan lain dalam pengembangan ekosistem berwirausaha, sebut saja pada sumber daya manusia, fasilitas, dan regulasi pemerintah.

Selain kerjasama pencarian calon PPBT dan produk-produk inovasi terutama yang menyentuh bidang sosial, ruang lingkup kerjasama ini juga meliputi kegiatan mentoring, askes pembiayaan, penggunaan fasilitas NSTP BPPT, dan pendirian inkubator. Pada kegiatan pertama yang direncakan beberapa waktu ke depan, BIT akan melibatkan beberapa PPBT binaan di bidang sosial untuk mengikuti acara SociopreneurID.

 

 

 

FGD Sensory Test Kopi Hijau

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Pengembangan produk merupakan salah satu langkah atau strategi dalam mengembangkan bisnis. Produk existing atau yang telah beredar dipasar akan terus mendapatkan tekanan dari para competitor yang memasukkan produk baru, oleh karena itu penting bagi sebuah pengusaha bisnis untuk memikirkan kelangsungan bisnis dengan terus mengedepankan inovasi pada produk mereka. Sehingga mereka mampu bertahan pada persaingan bisnis yang ada di pasar.

Tiara Farm merupakan salah satu tenant Balai Inkubator Teknologi yang mengangkat sebuah produk kopi hijau, dengan merel dagang Kopi Hijau Gayi Tiara Farm. Tenant ingin mengembangkan bisnis dengan melebarkan pangsa pasar atau segmentasi yang berbeda dari produk sebelumnya, yaitu rencana masuk ke pasar kategori low income. Rencana tersebut direalisasikan oleh Tiara Farm dengan mengembangkan produk sachet kopi hijau untuk memenuhi pasar low income. Dalam pelaksanaannya, Tiara Farm membutuhkan pendampingan incubator BIT dalam melakukan pengembangan produk mereka.

Pengembangan produk tersebut adalah dengan merubah segmen kopi hijau untuk kategori kesehatan menjadi kopi sachet untuk kategori minuman kopi. Pengembangan produk sekaligus sebagai jawaban atas permintaan pasar yang menginginkan kopi hijau murah. Terdapat tiga varian rasa pengembangan produk kopi hijau Tiara Farm, yaitu kopi hijau sachet rasa cappuccino, jahe, dan jahe cappuccino. Varian kopi hijau diberikan merek dagang ‘Go Go Mix’. Dalam formulasi produk, diperlukan masukan atas tingkat penerimaan pasar terhadap produk tersebut.
BIT sebagai incubator bisnis pendamping, melakukan pendampingan terhadap pengujian produk hasil pengembangan formula dari tenant BIT. Yaitu, dengan melakukan uji sensori terhadap ketiga produk sachet Tiara Farm sebagai acuan tingkat penerimaan pasar. Banyak jenis metode uji sensori yang dapat dilakukan dengan tujuan yang berbeda beda. Kali ini, uji sensori dilakukan dalam rangka pengembangan produk dimana bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan pasar atas produk baru kopi sachet tiara farm dengan merek dagang ‘Go Go Mix’, sehingga dapat dilakukan dengan uji tingkat kesukaan.

Pengujian dilakukan di Laboratorium Sensori Teknologi Agroindustri BPPT terhadap 30 panelis dengan menggunakan uji tingkat kesukaan. Masing masing panelis sensori diminta untuk memberikan skala nilai kesukaan terhadap masing masing sample produk dengan tidak membandingkan antar sampel. Terdapat beberapa parameter yang harus dinilai dalam masing masing sampel, seperti parameter tingkat kemanisan, aroma, warna, rasa secara keseluruhan dll. Dari masing masing parameter tersebutlah nantinya formulator akan mendapatkan input untuk melakukan perbaikan formulasi.

Hasil pengujian sensori terhadap 30 panelis memperlihatkan bahwa produk kopi sachet ‘Go Go Mix’ masih membutuhkan perbaikan terhadap parameter warna dan aroma. Perbaikan diperlukan terhadap ketiga varian rasa ‘Go Go Mix’.

 

 

 

Pendampingan Akses Pasar dan Kemitraan Bisnis Tenant PT DMHI di Wilayah Jawa Timur

Written by Teguh DC on . Posted in Kegiatan

Dalam rangka Pendampingan Akses Pasar dan Kemitraan Bisnis Tenant, Balai Inkubator Teknologi (BIT). Mendampingi tenant PT Duta Mandiri Harapan Industri dengan produk probiotik ikan dan udang merek Aquabos. Akses pasar dan kemitraan Bisnis dilakukan di Kota Surabaya dan wilayah Jawa Timur sekitarnya, melalui inisiasi kerjasama dengan salah satu produsen pakan terbesar di Kota Surabaya yaitu PT Superindo Jaya Makmur serta menghadiri Pameran International Industri Peternakan dan Perikanan Indonesia di Grand City Convex Surabaya pada tanggal 4 dan 5 Juli 2019.

MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI BALAI INKUBATOR TEKNOLOGI

Written by Teguh DC on . Posted in Kegiatan


Puspiptek/ Serpong - Dr.Ir. Anugerah Widiyanto, B.Sc., M.Eng. selaku kepala Balai Inkubator Teknologi membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Pengkajian dan Penerapan Teknologi Balai Inkubator Teknologi Triwulan 2 (Monev PPIT BIT). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh karyawan BIT pada hari Senin (24/06/2019).

PPIT BIT BPPT terdiri dari 3 Work Break Down Structure (WBS) antara lain adalah WBS 1 : Pengembangan Jaringan Inkubasi dengan group leadernya adalah Aldrich Ilyas, ST, MP. WBS 2 : Inkubasi Bisnis Berbasis Teknologi dengan group leader Salman Al Farisy, ST. WBS 3 : Layanan Jasa Inkubasi Teknologi dengan group leader R. Agus Sampurna. Masing – masing WBS menjelaskan mengenai  struktur tata kerja perekayasaan, tujuan, sasaran dan rincian kegiatan dilanjutkan dengan realisasi serapan anggaran dan laporan kegiatan triwulan berupa capaian-capaian kinerjanya.  Sampai saat ini di BIT terdapat 11 tenant yang diinkubasi ; 2 Tenant Lanjutan DIPA 2018,  1 Tenant Lanjutan TBIC 2018, dan 8 Tenant Pra Inkubasi TBIC 2019.

Faktor penghambat dan pendukung serta tindak lanjut juga disampaikan oleh masing masing group leader hal tersebut juga sebagai solusi apabila pada triwulan 2 ini ada terget – target yang masih belum tercapai atau masih dalam proses, sehingga bisa dipercepat hal tersebut dimaksudkan agar kegiatan – kegiatan di BIT kedepanya bisa berjalan lancar.

Visit lbetting.co.uk how to sing-up at ladbrokes