WORKSHOP “ PENGELOLAAN SAMPAH KOTA DAN PELUANG BISNISNYA” BIT-BPPT

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

       Sampah merupakan masalah yang ditemukan hampir di seluruh belahan bumi. Berbagai upaya inovasi telah dilakukan dalam pengelolaan sampah, salah satunya dengan metode pirolisis. Pirolisis secara sederhana memiliki makna sebagai suatu proses pengolahan plastik menjadi bahan bakar cair. Namun saat ini metode ini belum menjadi sebuah solusi yang efisien karena nilai investasi yang tinggi belum sebanding dengan nilai yang diperoleh.
        Tangerang Selatan yang merupakan kota terbesar ke-11 berdasarkan jumlah penduduknya memiliki jumlah sampah yang mencapai 800 ton setiap harinya. Sampah tersebut dihasilkan dari 500 ribu kepala keluarga, pasar tradisional dan kawasan pertokoan. Dari sekian banyak sampah tersebut, hanya 30 persen yang terangkut ke TPA Cipecang, 20 persen tereduksi melalui bank sampah, tempat pengolahan sampah 3R yang kini beroperasi sebanyak 41 titik. Sisanya belum tertangani. Meski hanya menampung 30 persen sampah Tangerang Selatan setiap harinya, TPA Cipecang kini sudah penuh. Tingginya tumpukan sampah mencapai 12 meter dan telah memenuhi area sanitary landfill seluas 1 hektare tersebut. ”Meski sudah penuh, kami tetap upayakan sampah yang masuk tetap dikelola di sana.” Kata Tedi Krisna, Kepala Seksi DKPP Kota Tangerang Selatan.
        Balai Inkubator Teknologi (BIT) BPPT yang merupakan sebuah lembaga intermediasi yang membina UKM Inovatif ingin memiliki peran dalam mengatasi permasalhan sampah di Tangerang Selatan. BIT-BPPT bekerjasama dengan ITI serta UKM binaan mengadakan kegiatan dalam Workshop dengan tema “Pengelolaan Sampah Kota dan Peluang Bisnisnya.” Outcome yang ingin dicapai jika kegiatan ini dapat dilaksana dengan baik adalah masyarakat, khususnya pengelola Bank Sampah di Tangerang Selatan dapat melihat sekaligus memanfaatkan peluang bisnis yang ada dari pengelolaan sampah baik yang berupa organik maupun anorganik. 
        Workshop “Pengelolaan Sampah dan Peluang Bisnisnya” yang dilangsungkan selama 1 hari ini menghadirkan Narasumber dari Pusat Teknologi Produksi Pertanian–BPPT, ITI dan PT. Duna Nusantara. Dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang yang terdiri dari komunitas bank sampah kota Tangerang Selatan, komunitas bank sampah dari Jakarta Barat, Batalyon Kaveleri Kav 9 Serpong, MAN Insan Cendikia, dan ITI.  Bertempat di Gedung 410 BIT Puspiptek, tanggal 12 April 2016 telah diselenggarakan workshop tersebut. Acara dibuka oleh Kepala Balai Inkubator Teknologi – BPPT, Bapak Anugerah Widiyanto dilanjutkan dengan sambutan dari Dinas Kebersihan Pertamanan dan  Pemakaman yang diwakili oleh Bapak Tedi Krisna dan arahan oleh Deputi Kepala BPPT Bidang PKT, Tatang A. Taufik.
        Bapak Tatang A. Taufik memberikan arahan agar entitas yang hadir dalam acara workshop baik sebagai pengisi acara maupun sebagai peserta dapat memiliki kontribusi dalam pengolahan sampah dengan merubah polah pikir atau paradigma masyarakat terhadap sampah dimulai dari lingkungan rumah sendiri. Sampah rumah tangga sebaiknya dari awal dipilah antara yg organik dan non organik. Teknik pengelolaan sampah saat ini sudah banyak mulai dari yang sederhana dengan menjadikan sampah organik sebagai kompos hingga mengolah sampah anorganik seperti plastik menjadi bahan bakar cair. Salah satu UKM Binaan di BIT BPPT atau yang dapat disebut sebagai tenant yang bergerak di bidang solusi microbial yang memiliki manfaat sebagai Teknologi Pengurai sampah dengan kurun waktu relatif cepat dengan menggunakan mikroba. Mengutip salah satu pesan dari Bapak BJ Habibie, dalam teknologi penerbangan kita juga bisa terapkan didalam pengelolaan sampah, yakni “memulai dari akhir dan berakhir dipermulaan”.
        Dalam pelaksanaannya adapun materi pertama yang diberikan dalam workshop adalah “Dampak dan Solusi Holistik Penanganan Sampah Kota” yang dibawakan oleh adalah Ibu Yenni Widiyanti.  Kemudian dilanjutkan materi kedua dari PT. Duna Nusantara yang diwakili oleh bapak Basuki yang menjelaskan bagaimana mikroba yang diproduksinya mampu mengurai sampah, potensi bisnisnya dan dilanjutkan dengan praktik aplikasi pengguna produk mikroba dalam mengurai sampah rumah tangga.  Pada sesi terakhir pemateri berasal dari PTPP-BPPT yaitu bapak Sudaryanto Djamhari menjelaskan tentang cara membuat aquaponik dilanjutkan dengan praktik pembuatan aquaponik sederhana. (bit/en)

Visit lbetting.co.uk how to sing-up at ladbrokes