Sosialisasi Program IBT Th 2017 dari Direktorat PPBT Kemenristekdikti

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Sosialisasi Program IBT Th 2017 dari Direktorat PPBT Kemenristekdikti adalah kerjasama antara BIT dan Direktorat PPBT dimana BIT ditunjuk sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan sosialisasi program IBT di wilayah Banten. Peserta acara antara lain berasal dari Seluruh Ka Unit BPPT, Perwakilan Inkubator Jaringan Ristekdikti di Wilayah Banten, Pengelola TBIC-Puspiptek dan Calon Tenant (8 tenant undangan). Seperti pada tahun sebelumnya program IBT merupakan bagian dari Rencana Strategis Kemenristekditi 2015-2019 yang tertuang dalam Permenristekdikti No 13/2015. Program IBT memiliki tujuan dan sasaran sebagai berikut

 

Tujuan :
•    Mendorong komersialisasi hasil inovasi teknologi dalam negeri;
•    Menumbuhkembangkan perusahaan pemula berbasis teknologi;


Sasaran :
•    Terwujudnya komersialisasi hasil inovasi teknologi yang berasal dari masyarakat, umum, LPK/LPNK, Balitbang/Dinas
•    Tumbuhnya  perusahaan pemula berbasis teknologi


Luaran : Tenant perusahaan pemula berbasis teknologi

Program intensif dari Direktorat PPBT di tahun 2017 ini dibagi menjadi 3 kategori yang dibedakan berdasarkan asal invensi dan kategori lembaga inkubator pengusul. dimana program tersebut adalah;

  1. Program IBT -> yang ditujukan untuk menciptakan PPBT dari Inkubator yang berasal dari LPNK, pemerintah daerah dan swasta di seluruh Indonesia
  2. Program PPBT -> yang ditujukan untuk menciptakan PPBT dari Inkubator yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta
  3. Program CPPBT (Calon PPBT) -> yang ditujukan untuk kematangan produk melalui LPPM Universitas.

Program CPPBT tentunya persyaratan TRL tidak setinggi dari program IBT dan PPBT. Untuk program IBT peluang sangat banyak, karena di LPNK belum banyak inkubator yang ada; selama ini yang kita kenal adalah BIT dari BPPT, Pusinov LIPI, BATAN belum memiliki inkubator, beberapa Inkubator yang ada di Pemerintah daerah dan Inkubator dari Swasta. Tenant yang ingin mengikuti program IBT harus melalui inkubator, dan inkubator tersebut harus sudah mendapatkan persetujuan dari Kemenristekdikti, sehingga bukan sembarang inkubator yang dapat mengusulkan untuk bisa mengikuti program ini.

Kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh Deputi Kepala BPPT Bidang PKT, dimana dalam sambutannya beliau menyampaikan peran BPPT khususnya bidang PKT dalam mendukung program Nawa Cita Jokowi; diantaranya dengan mendorong penumbuhkembangan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dan pengembangan kawasan science dan techno park (STP) di beberapa daerah termasuk diantaranya adalah di lingkungan Puspiptek itu sendiri. Kawasan STP itu sendiri merupakan suatu kawasan terpadu dengan adanya lembaga litbang, pendidikan, komunitas, dan adanya kawasan untuk komersialisasi teknologi. Persis dulu pada awal berdirinya kawasan Puspiptek, semua kawasan itu ada disini sampai saat ini, namun dari beberapa sudah beralih fungsi seperti taman tekno yang awalnya didesain untuk kawasan komersialisasi saat ini menjadi pergudangan. 
Selain paparan dari Kemenristekdikti, BIT diberi kesempatan untuk memperkenalkan profil inkubator dan capaian yang telah dilakukan selama ini. Pengenalan BIT, proses bisnis, aktifitas dan capaian yang dilaksanakan selama ini disampaikan oleh Ka Balai Inkubator Teknologi.

Dalam paparan program IBT oleh Kemenristekdikti disampaikan mengenai sasaran, tujuan, landasan hukum, output yang diharapkan serta tahapan-tahapan program yang harus diikuti untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semua proposal harus melalui lembaga inkubator, dan lembaga inkubator pengusul paling lambat menyerahkan semua dokumen yang diperlukan dan proposal sebelum 3 Februari 2017. Berikut di bawah ini adalah timeline dan schedulle untuk pelaksanaan program ini.


Dalam sesi Tanya Jawab, beberapa peserta menanyakan kebijakan mengenai pemisahan program IBT dan PPBT untuk inkubator swasta, LPNK dan dari perguruan tinggi. Apakah memungkinkan apabila inkubator dr PT mengikuti program IBT. Secara jelas menyatakan bahwa kebijakan di tahun ini adalah adanya pemisahan tersebut, di satu sisi akan memperbesar peluang di program IBT, namun kuota untuk masing-masing program tersebut berbeda. Selain itu dalam sesi ini, ada penjelasan program TBIC Puspiptek yang pada dasarnya mendukung kegiatan IBT dengan menyediakan fasilitas ruangan yang dapat digunakan untuk tenant, sebanyak 20 ruangan dengan mekanisme ko inkubasi antara lembaga pengusul dengan TBIC.

Rencana tindak lanjut, BIT akan membantu pembuatan proposal dan akan mengusulkan beberapa proposal yang terkait dengan produk-produk dari BPPT, beberapa unit yang sudah mengontak BIT diantaranya adalah Biotek dan PTA serta ada beberapa produk lanjutan inkubasi dari tahun sebelumnya.

Visit lbetting.co.uk how to sing-up at ladbrokes