Kerjasama Sinergi BIT, BUKALAPAK dan KRYA.id Dukung Ekosistem Inovasi di NSTP BPPT

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Dengan semakin pesatnya teknologi digital, Proses Pemasaran kini tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Banyak perusahaan ritel di Jakarta sudah mulai di tinggalkan dan masyarakat Indonesia sudah semakin terbuka dengan bertransaksi secara online. Terkait hal tersebut, BIT BPPT dan Bukalapak lakukan temu bisnis guna bersinergi mendukung ekosistem inovasi di National Science and Technopark (NSTP), di Puspiptek, Tangerang Selatan (25/06). Sinergi tersebut juga tertuang dalam perjanjian kerjasama antara BIT BPPT, Bukalapak dan Krya.id yang di teken oleh Kepala Balai Balai Inkubator Teknologi Anugrah Widiyanto dengan Co Founder dan Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid  serta BIT BPPT dengan CEO PT Muda Karya Krya Antonius Malem Barus. Tujuan dari kerjasama ini adalah untuk mengembangkan akses pasar terutama bagi tenant binaan Balai Inkubator Teknologi (BIT) BPPT.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, faktor utama yang mengakibatkan terjadinya deindustrialisasi di Indonesia adalah keterbatasan industri dalam mengupdate perkembangan teknologi. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran yang dialokasikan pelaku industri. Karenanya kata Hammam, perlu dilakukan kolaborasi antara pihak swasta dan litbangjirap dalam hal menghilirisasi hasil riset sehingga bisa digunakan industri.

Disebutkannya BPPT memiliki dua pola kerjasama  yakni kerjasama lisensi oleh Pusat Layanan Teknologi (Pusyantek) sehingga hasil invensi BPPT bisa diterapkan industri yang sudah existing. Kedua, inkubasi bisnis berbasis teknologi oleh Balai Inkubator Teknologi (BIT) untuk menciptakan wirausaha baru berbasis teknologi. Hammam juga sangat mengapresiasi BIT dalam bermitra dengan Bukalapak. Selain akses pemasaran, tentunya banyak hal yang bisa dikerjasamakan antara BPPT dengan Bukalapak. Melalui kerjasama ini, Hammam berharap bersama Bukalapak sebagai salah satu unicorn mampu memberikan dukungan dalam hal jejaring kerjasama dan mentoring kepada calon perusahaan pemula yang dibina BIT bagaimana membangun bisnis yang sukses dan memasarkan produk inovatif di e-commerce.

Bukalapak yang sedang bertransormasi dari perusahaan e-commerce menjadi perusahaan teknologi, tentunya membutuhkan dukungan ahli dan sumber daya yang siap pakai. BPPT selaku lembaga perekayasaan terbesar di Indonesia siap memberikan dukungan. Semoga kerjasama ini bisa menghasilkan sesuatu yang positif bagi kemajuan bangsa, jelas Hammam. Sementara, Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi BPPT Gatot Dwianto mengungkapkan, dengan  pengalaman Bukalapak sebagai e-commere yang telah menghubungkan jutaan konsumen dan UKM serta industri besar, tentunya akan sangat bermanfaat dalam mengakselerasi pemasaran perusahaan pemula berbasis teknologi.

Selain itu, kata Gatot Bukalapak juga akan terbantu dengan masuknya produk-produk inovatif dari tangan-tangan anak bangsa Indonesia. Produk-produk ini memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang besar sehingga mampu menjadi multiplier effect bagi pembangunan nasional. Dikesempatan yang sama, Co Founder yang juga President Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid  menjelaskan, Indonesia adalah negara yang di dukung dengan e-commere. Bukalapak menurut Fajrin juga menyediakan platform untuk bisa berjual, kami juga ingin bantu UKM untuk bisa lebih maju. Saat ini perubahan sangat cepat, apabila kita tidak melakakan inovasi maka kita akan tertinggal. Karenanya dengan kerjasama ini kami sangat terbuka terutama dengan ide-ide lain, jelas Fajrin. (Humas/HMP)

Visit lbetting.co.uk how to sing-up at ladbrokes