Pelaksanaan Seleksi Tenant Batch 1 Tahun Anggaran 2019

Written by Teguh DC on . Posted in Kegiatan

Tangerang Selatan (10/01/2019) - Balai Inkubator Teknologi (BIT) –BPPT merupakan lembaga intermediasi yang membantu para pengusaha mengembangkan bisnis pemula. Sesuai dengan perannya BIT sebagai agen pemerintah mengambil alih resiko tersebut dengan harapan dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara lebih luas. BIT perlu mencermati nilai bisnis dari suatu produk teknologi baik yang dihasilkan lembaga litbang seperti BPPT maupun dari masyarakat umum.  Nilai komersial suatu produk dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti kesiapan teknologi untuk dapat diproduksi secara masal, kesiapan SDM pengelola, kebutuhan pasar akan produk yang dimaksud dan analisis teknoekonomi. Oleh karena itu, setiap produk teknologi inovatif hasil peneletian perlu melalui proses seleksi.

Proses seleksi untuk menjaring calon – calon potensial yang dapat diinkubasi di BIT tersebut tahun ini dilaksanakan pada Bulan Januari 2019, namun pengumpulan proposal bisnis sudah dibuka semenjak 10 Desember 2018 sampai dengan 3 Januari 2019. Seleksi tenant dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap yang pertama adalah desk review, dimana tim seleksi memberikan penilaian berdasarkan proposal yang masuk. Tahap ini telah dilaksanakan pada 4 Januari 2019. Rekomendasi produk yang diusulkan dari seleksi pertama kemudian menjadi input untuk seleksi presentasi. Balai Inkubator Teknologi (BIT) mengundang para inventor dan pebisnis untuk menyampaikan paparan produknya. Prinsip seleksi presentasi lebih pada klarifikasi data yang terdapat pada proposal yang diajukan atau data yang sudah terekam di BIT. Seleksi presentasi ini berlangsung pada tanggal 9-10 Januari 2019.

 

Pengusaha dengan produk berbasis teknologi yang lolos di tahap desk review dan melakukan presentasi datang dari berbagai bidang usaha, seperti pangan, lingkungan, teknologi informasi dan komunikasi, material maju, rekayasa manufaktur, kimia, serta kesehatan dan obat. Seluruh peserta memaparkan mengenai  ide bisnis, kesiapan produk, potensi keberlanjutan, aspek pasar, aspek keuangan, potensi perolehan HAKI dan sertifikasi, serta kebutuhan pendampingan pada program inkubasi. Selanjutnya, para reviewer memberikan pertanyaan, kritik dan saran terkait bisnis para pengusaha.

Setelah kegiatan seleksi presentasi berakhir, tim seleksi tenant melakukan rapat evaluasi hasil seleksi tenant membahas calon tenant yang lolos dan akan diikutkan dalam program penerapan dan pelayanan inkubasi teknologi tahun 2019. Proses diskusi panjang dari tim menghasilkan keputusan bahwa terdapat 4 bisnis teknologi yang lolos, yaitu Tiara Farm, Mabol Store, AGORO, serta Jangjo Indonesia. 4 calon tenant tersebut akan didampingi di tahapan pra inkubasi untuk kemudian diusulkan mengikuti program dana insentif dari TBIC Kemenristekdikti, sedangkan calon tenant yang tidak lolos ke tahapan pra inkubasi telah diberikan saran/rekomendasi untuk perkembangan bisnis teknologi mereka. Peserta yang tidak lolos pun juga tetap mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seleksi tenant batch 2 di pertengahan tahun 2019 ketika sudah memantapkan bisnis teknologinya. Semua peserta yang telah mengikuti tahapan seleksi diharapkan dapat menjadi perusahaan pemula berbasis teknologi yang kuat, mandiri dan kompetitif di masa depan sehingga dapat membantu mendukung kemandirian dan kesejahteraan bangsa. (vz)

Visit lbetting.co.uk how to sing-up at ladbrokes