KNOWLEGDE SHARING PENYUSUNAN MODEL BISNIS CANVAS DENGAN TIM TECHNOPARK KOTA PERIKANAN

Written by Teguh DC on . Posted in Kegiatan

Business Model Canvas (BMC) adalah salah satu alat untuk menggambarkan bisnis secara lengkap dalam satu lembar canvas.  Canvas Ini membantu perusahaan dalam menyelaraskan kegiatan bisnis mereka dengan memaksimalkan  potensi sumber daya yang dimiliki, stake holder yang terlibat dan cara menjamin agar bisnis bisa berjalan sesuai dengan tujuannya.

Selain penting bagi perusahaan, Business model canvas juga cocok diterapkan pada institusi public seperti instansi pemerintah, yayasan nirlaba, dan komunitas – komunitas yang selalu menuntut peningkatan kinerja yang berkelanjutan.  BPPT melaui Kepala BPPT, Dr. Hammam Riza juga menginstruksikan agar setiap unit dan program juga mendesain Business model canvas nya. 

Balai Inkubator Teknologi sebagai unit kerja yang bertugas melahirkan perusahaan-perusahaan baru sudah sejak lama memiliki kompetensi dalam menyusun Business Plan dan Business Model Canvas (BMC) bagi para tenant yang dibinanya. Biasanya pada tahap pra inkubasi para calon start up diajarkan cara menyusun Business Model Canvas dan cara mempresentasikannya dalam forum-forum temu bisnis yang sering dilakukan oleh BIT.

Oleh karena itu tim BIT – BPPT pada tanggal 14 Februari melakukan Knowledge Sharing Penyusunan Business Model Canvas kepada tim Program Techno Park Perikanan Kota Pekalongan. Acara dilaksanakan di Gedung 720 Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi Puspiptek selama satu hari penuh. Peserta berasal dari Tim Perekayasa TP Pekalongan dari Kepala program sampai dengan para Engineering staff. Selain itu juga para staff dari Pusat Pengkajian Industri Proses dan Energi yang tertarik dengan materi BMC. Tim Balai Inkubator yang memberikan paparan adalah, Moh Hamdani, Indra Rusyadi dan Harsvella.

 

Pada sesi penutup, Drs. Dharmawan, MS. Kepala Program TP Pekalongan menyampaikan terima kasih dan menilai bahwa BMC memang penting untuk diterapkan di program TP Pekalongan dan akan menindak-lanjuti secara teknis serta menyempurnakan BMC yang telah dibuat selama kegiatan Knowledge sharing ini. (ch)

 

 

 

kunjungan kerja di Workshop Momo Technology

Written by Teguh DC on . Posted in Kegiatan

Balai Inkubator teknlogi melakukan kunjungan kerja di workshop momo technology yang berlokasi didaerah Bogor, Jawa Barat pada kamis (9/5), dengan agenda kegiatan koordinasi dan monitoring program pengembangan teknologi industry tahun 2019, peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) teknologi kincir angin 1000 watt. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dr.Ir.Anugerah Widiyanto sebagai kepala Balai Inkubator Tenologi dan Dr. Momon Sadiyatmo, MT, sebagai ketua pelaksanaan progam teknologi kincir angin tersebut.

Energi angin merupakan salah satu energi terbarukan yang sangat fleksibel dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga dan industry. Pengembangan tkdn Teknologi kincir angin 1000 watt, dibangun atas dasar kincir angin dan komponennya yang dibangun di Indonesia masih menggunakan produk buatan luar negeri atau impor. Selain itu, program ini mendukung program pemenuhan energi nasional oleh pemerintah, yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 79/2014 Tentang Kebijakan Energi Nasional. Bauran energi terbarukan ditargetkan mencapai 23 persen pada 2025, namun saat ini porsi energi terbarukan baru mencapai tujuh sampai delapan persen.

Implementasi kincir angin 1000 watt, rencananya akan diterapkan di daerah Desa Nelayan Pandansimo, Bantul,Yogyakarta. Target yang ingin dicapai oleh momo technology, tidak hanya memasang instalasi energi angin sebagai sumber energi listrik saja, namun diharapkan nantinya kincir angina bauatan dalam negeri ini, dapat menghasilkan sebuah sistem koordinasi pengelolaan energi angin antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat umum.

 

Dr.Momon Sadiyatmo menyatakan bahwa hingga saat ini, pengembangan program sudah sampai pada tahap perancangan kincir angina 1000 watt serta pengadaan komponen-komponen dari kincir angin sendiri beserta pengadaan baterai. Balai Inkubator Teknologi BPPT akan terus mendukung untuk memfasilitasi momo technology dalam pengembangan teknologi kincir angin, agar mencapai pada sistem produksi industri secara massal dan dapat menjamin kualitas produk kincir angin yang berkelanjutan. 

 

Kerjasama Sinergi BIT, BUKALAPAK dan KRYA.id Dukung Ekosistem Inovasi di NSTP BPPT

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Dengan semakin pesatnya teknologi digital, Proses Pemasaran kini tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Banyak perusahaan ritel di Jakarta sudah mulai di tinggalkan dan masyarakat Indonesia sudah semakin terbuka dengan bertransaksi secara online. Terkait hal tersebut, BIT BPPT dan Bukalapak lakukan temu bisnis guna bersinergi mendukung ekosistem inovasi di National Science and Technopark (NSTP), di Puspiptek, Tangerang Selatan (25/06). Sinergi tersebut juga tertuang dalam perjanjian kerjasama antara BIT BPPT, Bukalapak dan Krya.id yang di teken oleh Kepala Balai Balai Inkubator Teknologi Anugrah Widiyanto dengan Co Founder dan Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid  serta BIT BPPT dengan CEO PT Muda Karya Krya Antonius Malem Barus. Tujuan dari kerjasama ini adalah untuk mengembangkan akses pasar terutama bagi tenant binaan Balai Inkubator Teknologi (BIT) BPPT.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, faktor utama yang mengakibatkan terjadinya deindustrialisasi di Indonesia adalah keterbatasan industri dalam mengupdate perkembangan teknologi. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran yang dialokasikan pelaku industri. Karenanya kata Hammam, perlu dilakukan kolaborasi antara pihak swasta dan litbangjirap dalam hal menghilirisasi hasil riset sehingga bisa digunakan industri.

Disebutkannya BPPT memiliki dua pola kerjasama  yakni kerjasama lisensi oleh Pusat Layanan Teknologi (Pusyantek) sehingga hasil invensi BPPT bisa diterapkan industri yang sudah existing. Kedua, inkubasi bisnis berbasis teknologi oleh Balai Inkubator Teknologi (BIT) untuk menciptakan wirausaha baru berbasis teknologi. Hammam juga sangat mengapresiasi BIT dalam bermitra dengan Bukalapak. Selain akses pemasaran, tentunya banyak hal yang bisa dikerjasamakan antara BPPT dengan Bukalapak. Melalui kerjasama ini, Hammam berharap bersama Bukalapak sebagai salah satu unicorn mampu memberikan dukungan dalam hal jejaring kerjasama dan mentoring kepada calon perusahaan pemula yang dibina BIT bagaimana membangun bisnis yang sukses dan memasarkan produk inovatif di e-commerce.

Bukalapak yang sedang bertransormasi dari perusahaan e-commerce menjadi perusahaan teknologi, tentunya membutuhkan dukungan ahli dan sumber daya yang siap pakai. BPPT selaku lembaga perekayasaan terbesar di Indonesia siap memberikan dukungan. Semoga kerjasama ini bisa menghasilkan sesuatu yang positif bagi kemajuan bangsa, jelas Hammam. Sementara, Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi BPPT Gatot Dwianto mengungkapkan, dengan  pengalaman Bukalapak sebagai e-commere yang telah menghubungkan jutaan konsumen dan UKM serta industri besar, tentunya akan sangat bermanfaat dalam mengakselerasi pemasaran perusahaan pemula berbasis teknologi.

Selain itu, kata Gatot Bukalapak juga akan terbantu dengan masuknya produk-produk inovatif dari tangan-tangan anak bangsa Indonesia. Produk-produk ini memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang besar sehingga mampu menjadi multiplier effect bagi pembangunan nasional. Dikesempatan yang sama, Co Founder yang juga President Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid  menjelaskan, Indonesia adalah negara yang di dukung dengan e-commere. Bukalapak menurut Fajrin juga menyediakan platform untuk bisa berjual, kami juga ingin bantu UKM untuk bisa lebih maju. Saat ini perubahan sangat cepat, apabila kita tidak melakakan inovasi maka kita akan tertinggal. Karenanya dengan kerjasama ini kami sangat terbuka terutama dengan ide-ide lain, jelas Fajrin. (Humas/HMP)

Tim BIT Menghadiri Undangan Ramah Tamah Duta Besar Belgia untuk Indonesia

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Acara diadakan oleh alumni salah satu universitas di belgia, KU Leuven (KUL) untuk berdiskusi dengan Duta besar belgia yang ada di Indonesia, Stephane De Loecker. Acara ini dikoordinir oleh para alumni KUL yang beberapa telah menjadi staff di beberapa universitas di Indonesia, seperti dekan Binus, dosen Prasetya Mulya, Fakultas Ekonomi UI, dan Universitas Atmajaya.
Acara ini juga dihadiri oleh para entreprise dari tambang batu bara, IT, dll yang merupakan rekanan dari para KUL, seperti halnya BIT yang di ajak salah satu alumni Pak Eko untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.
Duta besar Belgia menyatakan bahwa focus kedutaan besar tidak mencakup hal teknis dalam pengembangan bisnis, namun focus pada pelayanan rakyat belgia atau perusahaan yang tinggal di Indonesia, serta orang Indonesia yang ingin berkunjung ke Belgia baik untuk bekerja maupun belajar. Kedutaan menjamin penghidupan yang layak bagi masyarakat dalam kedua kasus tersebut.
Namun pada kesempatan kali ini, Dubes Belgia ingin menindaklanjuti kerjasama antara salah satu Professor Indonesia alumni KUL untuk membuka jalur pendidikan dan bisnis bagi kedua negara yaitu Indonesia dan Belgia. Program ini nantinya akan dinaungi oleh para entreprise, akademisi, dan pemerintah. Dubes belgia akan mengadakan suatu event yang mempertemukan triple helix ini, membawa alumni KU Lueven juga para pebisnis dan akademisi dimana akan disediakan juga network part untuk B2B kerjasama ini. Misalnya, adanya acara expo universitas se-Eropa dimana para alumni Perguruan Tinggi di Belgia asal Indonesia diharapkan mampu memberikan sharing experience.

Peningkatan Kapasitas 9 Tenan Co-Inkubasi BIT dan TBIC-PUSPIPTEK Melalui Team Building Business Coaching Sesi 1

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

 

https://puspiptek.ristekdikti.go.id - Bogor (27/03/2019) – Technology Business Incubation Center (TBIC) PUSPIPTEK mengadakan acara ‘Team Building Business Coaching’ sesi ke-1 yang diperuntukan untuk tenan TBIC 2019. Kegiatan yang diadakan di Royal Safari Garden Bogor yang berlangsung selama 3 hari yaitu 27-29 Maret 2019 bertujuan untuk memberikan pengalaman dan relasi yang luas serta membentuk karakter yang positif untuk para tenan. Dalam kegiatan ini diikuti oleh 9 tenant BIT dan juga fasilitator BIT.

“Tujuan Dari kegiatan ini adalah untuk membangun relasi yang luas serta pengalaman kepada para tenan yaitu melalui coaching dan dapat juga untuk membangun jiwa technopreneur yang positif yaitu jiwa yang mandiri, jujur, dan disiplin serta mampu bekerjasama melalui kegiatan karakter building yang akan dilaksanakan dihari selanjutnya”. Ujar Hendra Wijaya selaku Kepala Bidang Kerjasama dan Bisnis Teknologi pada sambutannya.

Sri Setiawati selaku Kepala Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) membuka acara dan memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Sri Setiawati menuturkan bahwa generasi milenials yaitu pemuda Indonesia diharapkan mampu untuk tetap berkembang dan ada kemauan untuk menciptakan sesuatu yang selalu sempurna dikarenakan recoverage teknologi berkembang dengan sangat cepat. Produk itu harus selalu memberikan nilai agar bisa dimanfaatkan. “Produk itu harus terus the creating value,” ujarnya.

Sri Setiawati juga berpesan generasi milenials harus bisa menghadapi tantangan industri 4.0 dengan baik. Cara berfikir dan perilaku harus berubah yaitu saling bergerak maju, berkolaborasi, saling mendorong dan saling berbagi ilmu.

“Ilmu itu tidak pernah habis, tidak perlu ditaruh dilaci atau disembunyikan. Ilmu itu dishare saja pasti mendapatkan ilmu yang lainnya. Kalau kita terbuka dalam bagaimana kita mengembangkan ilmu dan teknologi. Insyaallah kita akan mendapatkan ilmu yang jauh lebih banyak dan ilmu kita menjadi lebih bermanfaat. Chalenge diri kita untuk selalu maju,” pinta Kepala PUSPIPTEK.

Kegiatan ini diikuti oleh 24 tenan yang terdiri dari Bitlabs Academy (https://bitlabs.id), All In Red, PT. Satu Nusantara Inklusif, Pita Pos Indonesia, Brainloka, PT Ikigai Solusi Internasional, Pico Biru Tekno, SITOMO, PT Laser Indonesia, PT Klik Acara Indonesia, PT Dioti Solusi Teknologi, Transfree, PT. Global Indotech Madani, CV. Mekar Djaya Harum, Sahabat Nelayan, PT Almugada Hijau Lestari, PT. Sangreat Natural Indonesia, Cocozone, PT. Tryuasda Megah Warna, Dinamika Rifqy Medika, CV Master Solusi Indonesia, Sintesa Exotica Fertilizer, Gendis, dan Segara Artha Yuwana/Pictafish.

Ada beberapa narasumber yang dihadirkan untuk memberikan ilmu dan motivasi bagi para tenan yaitu Cut Dian Purnama dari Dian Noer Law Office dan  Gendro Salim dari PT Formula Bisnis Indonesia. Kegiatan ini juga turut mengundang 5 inkubator yaitu inkubator BIT BPPT, inkubator INCUBIE IPB, inkubator PI2B ITI, Inkubator Visio, dan PPII LIPI.

Dian Noer Law Office (DNL) yaitu merupakan pelayanan jasa hukum yang berorientasi kepada keseluruhan aspek hukum di Indonesia, seperti hukum perdata, hukum pidana, hukum perusahaan, hukum pertanahan dan memberikan pelayanan jasa di bidang kekayaan intelektual seperti hak cipta, merek, paten, design industri dan lain-lain. Dian Noer Law Office akan mengurus legalitas mulai dari proses non litigasi sampai proses litigasi. Managing partner DNL, Cut Dian Purnama menyampaikan tentang pentingnya legalitas dalam suatu produk. Legalitas yang dimaksud adalah berupa izin yang sah secara hukum terhadap segala kegiatan usaha yang dijalankan beserta elemen yang terlibat di dalamnya. Legalitas juga bertujuan untuk menunjukkan usaha atau produk tersebut tidak fiktif dan jelas kepemilikannya.

Gendro Salim dari PT Formula Bisnis Indonesia yang merupakan narasumber ke dua menyampaikan tentang industri 4.0 dimana pemuda Indonesia harus bisa memanfaatkannya. Pemuda Indonesia juag harus menciptakan produk yang tetap bisa dipakai dan dimanfaatkan untuk masa depan dimana jangan sampai produk sudah diciptakan tidak bisa dimanfaatkan ketika sudah di legalitasasi. Gendro juga menghimbau agar para pemuda harus konsisten dan tidak mudah menyerah dalam mengembangkan teknologi. “Pesan saya bagi Milenials, saya sangat rindu dengan komitmen, saya sangat rindu dengan konsistensi, saya percaya kalau kita punya komitmen yang sangat tinggi dan kita konsisten mau melaksanakan dan menjalankan impian kita dan tugas-tugasnya, enjoy the process semua hal yang sulit pasti bisa kita lewati,” tuturnya.

Pada hari pertama dilakukan penandatangan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh para tenan dan inkubator, setelah itu dilanjutkan kegiatan coaching. Dalam kegiatan coaching, tenan dibagi menjadi 4 kelompok dimana 1 kelompok terdiri dari 6 tenan. Setiap kelompok didampingi oleh coach dari PT Formula Bisnis Indonesia yang memberi materi dan mengajak diskusi tentang bisnis. Kegiatan coaching berlangsung 2 sesi dimana sesi-2 dilanjutkan pada malam harinya.

 

 

 

Visit lbetting.co.uk how to sing-up at ladbrokes