KUNJUNGAN WAKIL REKTOR IV UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Written by Teguh DC on . Posted in Kegiatan

Menindaklanjuti kunjungan kerja yang telah dilakukan oleh Kepala BPPT ke Universitas Syiah Kuala, pada tanggal 9 April 2019 Dr. Hizir Sofyan, Wakil Rektor IV Unsyiah, melakukan kunjungan ke National Science Techno Park (NSTP) BPPT di Puspiptek dengan tujuan benchmarking pengelolaan dan penataletakan desain.

Dalam kegiatan ini Wakil Rektor bersama dengan Dr. Ir. Wahyu Widodo Pandoe, M.Sc (Deputi Kepala BPPT Bidang TIRBR) mengawali kunjungan dengan tur singkat Kawasan PUSPIPTEK dan unit-unit kerja di BPPT sehingga ketika diskusi Dr. Hizir Sofyan telah memiliki gambaran mengenai ekosistem NSTP.

Setelah kegiatan tur kunjungan dilanjutkan dengan diskusi yang dilakukan di Gedung Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi untuk mendengarkan penjelasan mengenai proses inkubasi yang dilaksanakan di BIT yang dipaparkan oleh DrIrAnugerah Widiyanto, BSc., M.Eng.(Kepala BIT), dan NSTP yang disampaikan oleh Dr. Ir. GatotDwianto, M.Eng. (Deputi Kepala BPPT Bidang PKT). Dalam kegiatan diskusi terjadi perbincangan yang cukup intens yang menunjukkan ketertarikan Dr. Hizir terhadap konsep NSTP dan inkubasi yang dilakukan oleh BPPT yang ditunjukkan dengan berbagai pertanyaan yang dilontarkan.

Sebagai lanjutan dari kegiatan kunjungannya, pada momen pertemuan ini Dr. Hizir juga melakukan kunjungan di Gedung 410 untuk bertemu dengan beberapa tenant binaan BIT BPPT guna mengetahui proses inkubasi dan fasilitas yang dapat diberikan sebuah lembaga inkubator kepada tenantnya. Dr. Hizir menunjukkan ketertarikannya terutama pada tenant PT. Aromatik Teknologi Indonesia yang melakukan proses fraksinasi minyak atsiri salah satunya dengan bahan baku serai wangi yang diambil dari Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Dari kegiatan ini kedua belah pihak berharap dapat senantiasa menjalin hubungan baik dan bersinergi. (isp/al)

Tingkatkan Sinergi Pendidikan dan Teknologi , SMAN 29 Jakarta Kunjungi Balai Inkubator Teknologi

Written by Teguh DC on . Posted in Kegiatan

Siswa-siswi kelas sepuluh beserta beberapa perwakilan dari guru SMA Negeri 29 Jakarta melakukan studi ekskursi ke Balai Inkubator Teknologi BPPT, Puspiptek, Tangerang Selatan, Rabu (26/6). Kunjungan SMA Negeri 29 tersebut merupakan kunjungan untuk pertama kali dari pihak sekolah menengah pertama ke Balai Inkubator Teknologi. 

Rombongan diterima oleh Balai Inkubator Teknologi di gedung Bisnis dan Inovasi Teknologi Puspiptek untuk dapat mengikuti seminar mengenai Techopreneurship dengan pembicara dari tenant sukses dari balai inkubator teknologi, PT.Algaepark Indonesia Makmur dan PT. Nanotech Herbal Indonesia.

Kepala Balai Inkubator Teknologi yang juga menjadi salah satu pembicara dalam seminar tersebut, memaparkan bahwa Technopreneurship kini telah menjadi fenomena digitalisasi ekonomi dan berkembang pesat di berbagai negara maju. Diharapkan untuk generasi muda saat ini, dapat memanfaatkan berkembangnya technopreneurship ditengah semakin terbukanya perekonomian dan perdagangan dunia, sebagai peluang wirausaha yang lebih luas.

Tidak hanya acara kunjungan ke balai inkubator teknologi BPPT, siswa-siswi yang hadir diberi kesempatan untuk mengunjungi beberapa fasilitas laboratorium milik BPPT yang ada di Puspiptek, yakni Balai Pengkajian Bioteknologi, Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika dan Aeroakustika (BBTA3)

Kegiatan kunjungan yang dilakukan bertujuan untuk mengenalkan kepada siswa mengenai teknologi dan hasil penelitian dan pengembangan yang ada di kawasan PUSPIPTEK terutama yang dimiliki oleh BPPT.  Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 29 Jakarta, Ibu Rismawati mengatakan, selain tujuan utama untuk mengenalkan teknologi dan hasil penelitian Puspiptek, diharapkan lagi kegiatan studi ekskursi SMA Negeri 29 menjadi perwujudan sinergi antara dunia Pendidikan dengan Teknologi. Teknologi yang sudah berkembang pesat menjadi kebutuhan bagi masayarakat pada umumnya dan tuntutan global menuntut dunia pendidikan untuk selalu menyesuaikan serta mengikuti perkembangan teknologi.

Sebelum mengakhiri kegiatan studi ekskursinya, rombongan berkesempatan untuk bertemu dengan tenant co-inkubasi BIT dengan Puspiptek yang beraktifitas di gedung Technologi Business Incubation Center (TBIC). TBIC sendiri adalah salah satu fasilitas lain dari puspiptek untuk mendukung penumbuhan wirausaha pemula berbasis teknologi bekerjasama dengan inkubator-inkubator di Lembaga Pemerintah Non Kementrian (LPNK) dan perguruan tinggi.

 

 

KNOWLEGDE SHARING PENYUSUNAN MODEL BISNIS CANVAS DENGAN TIM TECHNOPARK KOTA PERIKANAN

Written by Teguh DC on . Posted in Kegiatan

Business Model Canvas (BMC) adalah salah satu alat untuk menggambarkan bisnis secara lengkap dalam satu lembar canvas.  Canvas Ini membantu perusahaan dalam menyelaraskan kegiatan bisnis mereka dengan memaksimalkan  potensi sumber daya yang dimiliki, stake holder yang terlibat dan cara menjamin agar bisnis bisa berjalan sesuai dengan tujuannya.

Selain penting bagi perusahaan, Business model canvas juga cocok diterapkan pada institusi public seperti instansi pemerintah, yayasan nirlaba, dan komunitas – komunitas yang selalu menuntut peningkatan kinerja yang berkelanjutan.  BPPT melaui Kepala BPPT, Dr. Hammam Riza juga menginstruksikan agar setiap unit dan program juga mendesain Business model canvas nya. 

Balai Inkubator Teknologi sebagai unit kerja yang bertugas melahirkan perusahaan-perusahaan baru sudah sejak lama memiliki kompetensi dalam menyusun Business Plan dan Business Model Canvas (BMC) bagi para tenant yang dibinanya. Biasanya pada tahap pra inkubasi para calon start up diajarkan cara menyusun Business Model Canvas dan cara mempresentasikannya dalam forum-forum temu bisnis yang sering dilakukan oleh BIT.

Oleh karena itu tim BIT – BPPT pada tanggal 14 Februari melakukan Knowledge Sharing Penyusunan Business Model Canvas kepada tim Program Techno Park Perikanan Kota Pekalongan. Acara dilaksanakan di Gedung 720 Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi Puspiptek selama satu hari penuh. Peserta berasal dari Tim Perekayasa TP Pekalongan dari Kepala program sampai dengan para Engineering staff. Selain itu juga para staff dari Pusat Pengkajian Industri Proses dan Energi yang tertarik dengan materi BMC. Tim Balai Inkubator yang memberikan paparan adalah, Moh Hamdani, Indra Rusyadi dan Harsvella.

 

Pada sesi penutup, Drs. Dharmawan, MS. Kepala Program TP Pekalongan menyampaikan terima kasih dan menilai bahwa BMC memang penting untuk diterapkan di program TP Pekalongan dan akan menindak-lanjuti secara teknis serta menyempurnakan BMC yang telah dibuat selama kegiatan Knowledge sharing ini. (ch)

 

 

 

kunjungan kerja di Workshop Momo Technology

Written by Teguh DC on . Posted in Kegiatan

Balai Inkubator teknlogi melakukan kunjungan kerja di workshop momo technology yang berlokasi didaerah Bogor, Jawa Barat pada kamis (9/5), dengan agenda kegiatan koordinasi dan monitoring program pengembangan teknologi industry tahun 2019, peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) teknologi kincir angin 1000 watt. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dr.Ir.Anugerah Widiyanto sebagai kepala Balai Inkubator Tenologi dan Dr. Momon Sadiyatmo, MT, sebagai ketua pelaksanaan progam teknologi kincir angin tersebut.

Energi angin merupakan salah satu energi terbarukan yang sangat fleksibel dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga dan industry. Pengembangan tkdn Teknologi kincir angin 1000 watt, dibangun atas dasar kincir angin dan komponennya yang dibangun di Indonesia masih menggunakan produk buatan luar negeri atau impor. Selain itu, program ini mendukung program pemenuhan energi nasional oleh pemerintah, yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 79/2014 Tentang Kebijakan Energi Nasional. Bauran energi terbarukan ditargetkan mencapai 23 persen pada 2025, namun saat ini porsi energi terbarukan baru mencapai tujuh sampai delapan persen.

Implementasi kincir angin 1000 watt, rencananya akan diterapkan di daerah Desa Nelayan Pandansimo, Bantul,Yogyakarta. Target yang ingin dicapai oleh momo technology, tidak hanya memasang instalasi energi angin sebagai sumber energi listrik saja, namun diharapkan nantinya kincir angina bauatan dalam negeri ini, dapat menghasilkan sebuah sistem koordinasi pengelolaan energi angin antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat umum.

 

Dr.Momon Sadiyatmo menyatakan bahwa hingga saat ini, pengembangan program sudah sampai pada tahap perancangan kincir angina 1000 watt serta pengadaan komponen-komponen dari kincir angin sendiri beserta pengadaan baterai. Balai Inkubator Teknologi BPPT akan terus mendukung untuk memfasilitasi momo technology dalam pengembangan teknologi kincir angin, agar mencapai pada sistem produksi industri secara massal dan dapat menjamin kualitas produk kincir angin yang berkelanjutan. 

 

Kerjasama Sinergi BIT, BUKALAPAK dan KRYA.id Dukung Ekosistem Inovasi di NSTP BPPT

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Dengan semakin pesatnya teknologi digital, Proses Pemasaran kini tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Banyak perusahaan ritel di Jakarta sudah mulai di tinggalkan dan masyarakat Indonesia sudah semakin terbuka dengan bertransaksi secara online. Terkait hal tersebut, BIT BPPT dan Bukalapak lakukan temu bisnis guna bersinergi mendukung ekosistem inovasi di National Science and Technopark (NSTP), di Puspiptek, Tangerang Selatan (25/06). Sinergi tersebut juga tertuang dalam perjanjian kerjasama antara BIT BPPT, Bukalapak dan Krya.id yang di teken oleh Kepala Balai Balai Inkubator Teknologi Anugrah Widiyanto dengan Co Founder dan Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid  serta BIT BPPT dengan CEO PT Muda Karya Krya Antonius Malem Barus. Tujuan dari kerjasama ini adalah untuk mengembangkan akses pasar terutama bagi tenant binaan Balai Inkubator Teknologi (BIT) BPPT.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, faktor utama yang mengakibatkan terjadinya deindustrialisasi di Indonesia adalah keterbatasan industri dalam mengupdate perkembangan teknologi. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran yang dialokasikan pelaku industri. Karenanya kata Hammam, perlu dilakukan kolaborasi antara pihak swasta dan litbangjirap dalam hal menghilirisasi hasil riset sehingga bisa digunakan industri.

Disebutkannya BPPT memiliki dua pola kerjasama  yakni kerjasama lisensi oleh Pusat Layanan Teknologi (Pusyantek) sehingga hasil invensi BPPT bisa diterapkan industri yang sudah existing. Kedua, inkubasi bisnis berbasis teknologi oleh Balai Inkubator Teknologi (BIT) untuk menciptakan wirausaha baru berbasis teknologi. Hammam juga sangat mengapresiasi BIT dalam bermitra dengan Bukalapak. Selain akses pemasaran, tentunya banyak hal yang bisa dikerjasamakan antara BPPT dengan Bukalapak. Melalui kerjasama ini, Hammam berharap bersama Bukalapak sebagai salah satu unicorn mampu memberikan dukungan dalam hal jejaring kerjasama dan mentoring kepada calon perusahaan pemula yang dibina BIT bagaimana membangun bisnis yang sukses dan memasarkan produk inovatif di e-commerce.

Bukalapak yang sedang bertransormasi dari perusahaan e-commerce menjadi perusahaan teknologi, tentunya membutuhkan dukungan ahli dan sumber daya yang siap pakai. BPPT selaku lembaga perekayasaan terbesar di Indonesia siap memberikan dukungan. Semoga kerjasama ini bisa menghasilkan sesuatu yang positif bagi kemajuan bangsa, jelas Hammam. Sementara, Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi BPPT Gatot Dwianto mengungkapkan, dengan  pengalaman Bukalapak sebagai e-commere yang telah menghubungkan jutaan konsumen dan UKM serta industri besar, tentunya akan sangat bermanfaat dalam mengakselerasi pemasaran perusahaan pemula berbasis teknologi.

Selain itu, kata Gatot Bukalapak juga akan terbantu dengan masuknya produk-produk inovatif dari tangan-tangan anak bangsa Indonesia. Produk-produk ini memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang besar sehingga mampu menjadi multiplier effect bagi pembangunan nasional. Dikesempatan yang sama, Co Founder yang juga President Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid  menjelaskan, Indonesia adalah negara yang di dukung dengan e-commere. Bukalapak menurut Fajrin juga menyediakan platform untuk bisa berjual, kami juga ingin bantu UKM untuk bisa lebih maju. Saat ini perubahan sangat cepat, apabila kita tidak melakakan inovasi maka kita akan tertinggal. Karenanya dengan kerjasama ini kami sangat terbuka terutama dengan ide-ide lain, jelas Fajrin. (Humas/HMP)

Visit lbetting.co.uk how to sing-up at ladbrokes