BIT Berpartisipasi dalam Sosialisasi Akuntabilitas Juksunlah RKA-KL dan BAS TA 2019

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

 

Bogor, Senin-Rabu 8-10 Oktober 2018 - Dalam rangka untuk  mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Bagan Akun Standar agar perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban anggaran  Balai Inkubator (BIT) menjadi lebih akuntabel, Tim Keuangan BIT mengkuti kegiatan Sosialisasi Juksunlah RKA-KL dan BAS TA 2019 yang diselenggarakan oleh  Biro Perencanaan dan Keuangan–BPPT. Kegiatan Sosialisasi Keputusan Dirjen Perbendaharaan Nomor: 211/PB/2018 ini membahas tentang Kodefikasi Segmen Akun pada Bagan Akun Standar untuk tahun anggaran 2019. Pelaksanaan sosialisasi  bertempat di Hotel Salak Heritage, Bogor.
Kegiatan yang dihadiri oleh para pengelola keuangan dari berbagai unit kerja di lingkungan BPPT. Acara ini dibuka secara langsung oleh Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan - BPPT, Bpk Makmuri. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai sarana informasi, pengetahuan dan diskusi agar dalam pengelolaan keuangan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban hingga pelaporan keuangan dapat dilaksanakan dengan pemakaian akun yang tepat. Dan diharapkan dalam perencanaan anggaran, penggunaan akun sudah tepat sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga tidak berdampak adanya revisi yang berulang-ulang
 Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan, Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan dan dimoderatori oleh Kabag Peyusunan Anggaran Bpk. Robertus Dri Kurniawan. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan materi tentang Bagan Akun Standar (BAS) berdasarkan PMK No 214/PMK.05/2013 tentang Bagan Akun Standar dan Kepdirjen Perbendaharaan No.KEP-211/PB/2018 tentang Kodefikasi Segmen Akun pada Bagan Akun Standar.

 

 

 

BIT Berpartisipasi dalam Semiloka Inkubasi Bisnis Teknologi di Pemerintah Kota Blitar

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

 

Blitar, 10-11 Oktober 2018 - Balai Inkubator Teknologi BPPT Memberikan paparan pada kegiatan SEMILOKA “Inkubasi Bisnis Teknologi, Apa dan Bagaimana” pada tanggal 10 – 11 Oktober 2018.
Kegiatan ini diawali dengan laporan dari Kepala Bappeda Kota Blitar Djatmiko Budi Santosa dan disampaikan peserta kegiatan berasal dari SKPD se Kota Blitar, para Inovator dan stakeholder Bappeda Kota Blitar, kemudian dilanjutkan sambutan dan paparan dari Kepala BIT  Anugerah Widiyanto dan disampaikan materi tentang Pengembangan Teknoprener.
Kegiatan ini dibuka oleh Sekda Kota Blitar Rudy Wijonarko yang mewakili Walikota Kota Blitar,  beliau mengapresiasi dan berterimakasih atas kesediaan BIT untuk mengisi kegiatan semiloka ini. Acara selanjutnya adalah pemaparan materi tentang inkubator bisnis yang dibawakan oleh chief engineer BIT Moh Hamdani, dalam paparannya disampaikan tentang gambaran umum dari inkkubator bisnis, proses inkubasi dan tahapan inkubasi untuk menghasilkan perusahaan pemula berbasis teknologi.

 

 

 

Jadwal & Daftar Tenant Terpilih Seleksi Presentasi Seleksi Tenant Tahun 2019

Written by Super User on . Posted in Kegiatan


Berikut Jadwal & Daftar Calon Tenant yang lolos tahapan Seleksi Meja dan terpilih untuk Seleksi Presentasi dalam rangka Seleksi Tenant Program Inkubasi Bisnis Teknologi Tahun 2019.

Selasa, 16 Oktober 2018

No

Waktu

Produk

Kategori

Bidang Usaha

Inventor/

PIC

Instansi / Unit Kerja

1

09.00 – 09.30

Sersa Mori

Pangan

Dedi Hidayat

PTA - BPPT

2

09.30 – 10.00

Mie Sagu

Pangan

Niken

PTA – BPPT

3

10.00 – 10.30

 Tepung Sugih

Pangan

Juniar

B2TP / PT Langit Bumi Lestari

4

10.30 – 11.00

 Phycocyanin

Kesehatan dan Obat

Adnan Arsani Hirmawa

PICO BIRU TEKNO

5

11.00 – 11.30

Nigari™

Kesehatan dan Obat

Iim Wawan Ardiansyah

UD. Ratna Tirta Bening

6

11.30 – 12.00

Susu Kuda Sumbawa

Kesehatan dan Obat

Diana Hermawati

PO. Dr. Diana Hermawati

12.00 – 13.00

Istirahat

7

13.00 – 13.30

Biopeat

Pangan

Moses Pangeran Lukman

PTB - BPPT

8

13.30 – 14.00

Perbenihan Pepaya

Energi Baru dan Terbarukan

Ariyanto

Universitas Nusa Bangsa

9

14.00 – 14.30

Minuman Dan Body Lotion Kelor

Pangan; Kesehatan dan Obat

Ridwan Kamil

Bina Moringa Bogor (BIMBO)/Bappeda Kab.Bogor

10

14.30 – 15.00

Crop Hero

Lingkungan dan Pengolahan Air

Sutan Muhamad Sadam Awal

IPB

11

15.00 – 15.30

Nano Manggis

Kesehatan dan Obat

Mohammad Aulia Rifad

PT Nanotech Natura Indonesia - LIPI & PTFM BPPT

 

Rabu, 17 Oktober 2018

No

Waktu

Produk

Kategori

Bidang Usaha

Inventor/

PIC

Instansi / Unit Kerja

1

09.00 – 09.30

Denahong

Kesehatan dan Obat

Rizki Bastian Firdaus

Umum

2

09.30 – 10.00

Swasembada.Id

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Ardiansyah

swasembada.id

3

10.00 – 10.30

Telaga

Lingkungan dan Pengolahan Air

W Latif Indra

Universitas Padjajaran

4

10.30 – 11.00

William Food

Pangan

William Wijaya

PO. William Food/Bappeda Kab. Bogor

5

11.00 – 11.30

Say-Tampan

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Winarto

B2TKE - BPPT

6

11.30 – 12.00

Lele Sangkuriang

Pangan

Kiki Yulianto

Sangkur Wening Hatchery

12.00 – 13.00

Istirahat

7

13.00 – 13.30

Power Feed

Pangan

Beni Manggolo

PTPP - PETERNAKAN - BPPT

8

13.30 – 14.00

Minyak Nilam

Material Maju dan Rekayasa Manufaktur

I Ketut Subakti

PTSEIK - BPPT

9

14.00 – 14.30

Sabun Transparan

Kesehatan dan Obat

Indah Setiawati

Universitas Jenderal Sudirman

10

14.30 – 15.00

Aquaponik & Greenhouse

Lingkungan dan Pengolahan Air

M Yardho Irhamna

Greenhouse Indonesia (GHI)

11

15.00 – 15.30

Biomass Pellet

Energi Baru dan Terbarukan

Dodi Mihardi

Umum

 

Kamis, 18 Oktober 2018

No

Waktu

Produk

Kategori

Bidang Usaha

Inventor/

PIC

Instansi / Unit Kerja

1

09.00 – 09.30

E-Parking

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Muhammad Syaifudin

B2TKE - BPPT

2

09.30 – 10.00

Ikan Nila Salina

Pangan

Kholik Firmansyah

PTPP - PETERNAKAN - BPPT

3

10.00 – 10.30

Sipinter

Teknologi Informasi dan Komunikasi

 Santoso

PTPP - PETERNAKAN - BPPT

4

10.30 – 11.00

Lada Banten

Pangan

Agung Gumelar

BIOTEK - BPPT

5

11.00 – 11.30

Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus)

Pangan

Any Nur'aini

Umum

6

11.30 – 12.00

Travex.Id

TIK

Hasyim Habiby

Travex.id

12.00 – 13.00

Istirahat

7

13.00 – 13.30

Ayam Broiler Organik

Pangan

Sofyan Hadi

PT. Rojokoyo Indomakmur

8

13.30 – 14.00

Sistem Informasi Kependudukan

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Adi Apriyanto

 Umum

9

14.00 – 14.30

Masker Ulat Sutra

Kesehatan dan Obat

Wiwin Winalasari

Umum

10

14.30 – 15.00

Aeroeslastika Jembatan

Transportasi

Furqan Jadid

B2TA3 - BPPT

11

15.00 – 15.30

Cheestick Kelor

Pangan

Ika Herawati

Zona Madina Dompet Dhuafa

 

 

Catatan:

  • Apabila produk invensi dan inventor berasal dari BPPT maka wajib melampirkan surat permohonan mengikuti seleksi program inkubasi dari Kepala Unit terkait / lembar pengesahan pada proposal ditandatangani Kepala Unit Kerja terkait.
  • Diharapkan calon tenant dapat membawa prototype produknya.
  • Hadir 30 menit sebelum jadwal presentasi.
  • Waktu presentasi masing-masing selama 10 menit ditambah sesi tanya jawab selama 15 menit.
  • Format paparan presentasi dapat didownload di http://bit.ly/formatpaparanpresentasiseleksitenant
  • Info lengkap silahkan cek email masing-masing.
  • Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdr. Annisa (HP. 081219178616).

 

BIT-BPPT Gelar Workshop Inkubasi & Tenant Gathering

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

 

Industri inovatif, merupakan industri yang berbasis iptek dan selalu mengandalkan iptek untuk pengembangan usahanya. Di beberapa negara maju seperti Jerman, Amerika Serikat dan Jepang, sudah merupakan industri yang mendukung perekonomian nasional. Pada akhir ini di China, industri inovatif ini sangat pesat perkembangannya.

BPPT sebagai sebuah Lembaga Pemerintah non Kementerian (LPNK) yang berfokus pada pengkajian dan penerapan teknologi memiliki enam peran untuk meningkatkan daya saing bangsa. Beberapa peran seperti intermediasi teknologi serta difusi dan komersialisasi teknologi dijalankan oleh Balai Inkubator Teknologi melalui kegiatan inkubasi untuk menciptakan perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT).

Balai yang didirikan secara resmi pada tahun 2001, selama kurun waktu dari pendirian sampai dengan sekarang telah di inkubasi sebanyak 131 tenant.

Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT) BPPT, Gatot Dwianto pada acara Workshop Inkubasi dan Tenant Gathering BPPT 2018 di BPPT (04/09) menyebutkan, proses inkubasi kepada perusahaan pemula tersebut biasanya berjalan selama tiga tahun.

Proses inkubasi dimulai dari menseleksi calon usaha yang akan didampingi, menyediakan sarana perkantoran, uji produksi dan sertifikasi, akses legalitas perusahaan, peningkatan kapasitas SDM melalui mentoring serta pelatihan, akses pasar dan akses pembiayaan, jelasnya.

Dikatakan Gatot, workshop inkubasi dan tenant gathering ini dirancang untuk mengetahui sejauh mana bisnis-bisnis yang telah lulus program inkubasi berkembang serta bagaimana mereka bisa bertahan dan bersaing pada dunia bisnis yang sebenarnya. Selain itu dibutuhkan juga masukan untuk formulasi perbaikan proses inkubasi di masa yang akan datang. Pertemuan para pelaku bisnis pada forum ini diharapkan akan tercipta sinergi diantara mereka, dan terjalin kemitraan dengan para stake holder dan mitra pendukung inkubasi.

Peran inkubator sangat vital dalam mensukseskan program pendirian 100 teknopark yang dimulai sejak 2015-2019. Menurut Gatot, peran BIT sangatlah penting bagi tumbuhnya enterpreneur-enterpreneur baru yang berdaya saing dengan pemanfaatan teknologi dan inovasi. BIT dirancang untuk membantu usaha baru dan sedang berkembang menjadi pengusaha yang mandiri melalui serangkaian pendampingan terpadu meliputi penyediaan sarana perkantoran, uji produksi, uji pasar, konsultasi manajemen, teknologi, pemasaran dan keuangan, pelatihan, serta penciptaan jaringan usaha baik lokal maupun internasional.

Inilah salah satu bentuk peran serta BPPT dalam mendukung dan mendorong daya saing perekonomian nasional, khususnya dalam strategi meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa, jelas Gatot.

Sementara, Kepala Balai Inkubator Teknologi BPPT Anugerah Widiyanto menjelaskan mengenai  syarat menjadi tenant di BIT. Dikatakan Anugerah beberapa syarat diantara adalah sudah punya sertifikat halal, izin edar dan sebagainya, dan juga harus sanggup untuk menjadi dirinya sendiri atau menjadi start up.

Untuk masuk di kegiatan inkubasi, dikatakan Anugerah kesiapan teknologinya minimal tujuh, dan untuk lulus paling tidak sudah punya profit dan akses baik pemasaran maupun bahan baku. Kita juga akan melihat selama inkubasi pertumbuhannya seperti dari objek dan penyerapan karyawannya, ujar Anugerah.

Sebagai informasi di acara ini juga dipamerkan produk-produk tenant yang sedang diinkubasi. Beberapa tenant telah berhasil mengembangkan bisnisnya dan produknya dimanfaatkan oleh konsumen serta dinilai baik. Beberapa mitra daerah dan perguruan tinggi yang pernah bekerja sama dalam inisiasi pendirian Pusat Inovasi atau inkubator juga diundang. Mereka antara lain: Kota Pekalongan, Kota Cimahi, Kabupaten Pelalawan, Universitas Negeri Surakarta, Universitas Pekalongan, Universitas Diponogoro dan mitra-mitra lainnya. (Humas/HMP)

 

 

 

BIT-BPPT Jalin Kerjasama dengan Rumah Perawatan (RUMAT) dalam Akses Pemasaran Tenant

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Dalam rangka meningkatkan pemasaran produk inovasi dari tenant Balai Inkubator Teknologi (BIT) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), beberapa produk dari perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) menjalin kerjasama kemitraan dengan PT. Rumah Perawatan Indonesia (RUMAT).
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama pada tanggal 13 Mei 2018, dilakukan oleh Kepala Balai Inkubator Teknologi, Dr. Ir. Anugerah Widiyanto, M.Eng, Direktur PT. Rumah Perawatan Indonesia, Dadang Suharto S.Kp. WOCN, serta Direktur PT Global Indotech Madani, Muhammad Melvin, dan Direktur PT. Agrotek Pintar Indonesia, Hatmoko Tri Arianto.
Kepala Balai Inkubator Teknologi BPPT, Anugerah Widiyanto menyampaikan, beberapa produk binaan yang akan dikerjasamakan antara lain, Magneo+ dan Beras Analog.. Kedepannya akan menyusul produk Neoalgae Spirulina. Menurutnya juga, dengan kerjasama antara BIT dan RUMAT, dia berharap sejumlah produk hasil penelitian BPPT lainnya bisa dipasarkan ke masyarakat.
Direktur PT. RUMAT, Dadang Suharto mengatakan dengan adanya kerjasama ini, ia berharap nantinya masyarakat, khususnya penderita diabetes di Indonesia bisa mendapat obat-obatan non kimia yang berkualitas untuk mengobati sakit yang mereka derita, mengingat akibat penggunaan obat-obatan kimia terganggunya fungsi ginjal dikemudian hari. Dia juga menambahkan, Indonesia menduduki peringkat kelima dunia untuk penderita diabetes, jadi pasar untuk obat-obatan non kimia ini sangatlah besar.
Kegiatan penandatanganan perjanjian kerjasama ini juga disaksikan oleh Direktur Pusat Teknologi Agroindustri dan Perekayasa Balai Bioteknologi. (SAF)

Visit lbetting.co.uk how to sing-up at ladbrokes