FOCUS GROUP DISSCUSSION HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Menindaklanjuti rencana pendaftaran Kekayaan Intelektual produk-produk inovasi, tim pendampingan Program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) Tahun 2017, BIT-BPPT mengadakan Focus Group Disscussion Hak Kekayaan Intelektual. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi tenant untuk bertemu dan berdiskusi langsung dengan Konsultan HKI. Dalam kesempatan tersebut, BIT-BPPT mengundang Cut Dian Purnama, S.H., seorang Konsultan di bidang HKI dari Dian Noer Law Office yang telah terdaftar pada DJKI Kemenkumham dan sudah memiliki pengalaman dalam melakukan pendaftaran Kekayaan Intelektual.
Kepala BIT, Dr. Ir. Anugerah Widiyanto, M.Eng., membuka acara dan memberikan sambutannya kepada peserta yang hadir. Sebelumnya, belum banyak tenant yang mengapresiasi kebijakan mengenai Kekayaan Intelektual. Kebijakan KI dianggap menyulitkan dan tidak terlalu memberikan dampak yang menguntungkan pengusaha. Hal inilah yang menjadi alasan betapa lambatnya perkembangan KI di Indonesia. Berlatar belakang fakta inilah, BIT selaku inkubator pendamping, berusaha meningkatkan kesadaran tenant atas pentingnya perlindungan bagi produk yang akan dikomersialkan.
Setelah beberapa waktu lalu BIT bekerjasama dengan Technology Business Innovation Center (TBIC) mengadakan workshop HKI dengan mengundang personil senior dari DJKI Kemenkumham untuk memaparkan secara umum mengenai KI, barulah beberapa tenant menyatakan diri berencana untuk mendaftarkan KI bagi produknya. Beberapa tenant tersebut adalah tenant untuk produk CPI Oily Water, Drone Submarine, Valex Folifix, Biomagg, Mikrotek, Agrotek, Black Garlic, Bitumen Nano, dan Beras Singkong. Termasuk menjadi peserta pada hari ini adalah calon peserta inkubasi untuk tahun 2018, produk Simulator Bisnis.
Kesempatan berkonsultasi secara langsung dimanfaatkan dengan baik oleh tenant peserta FGD HKI pada hari ini, Kamis, 26 Oktober 2017. Mengingat rezim seperti Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu belum pernah dilakukan pendaftaran dan tidak ada tenant peserta inkubasi yang berniat mendaftarkan produknya pada rezim tersebut, rezim KI yang fokus dibahas adalah Hak Cipta, Desain Industri, Merek, dan Paten. Valex Folifix dan Pustek pelaku usaha bidang teknologi CPI Oily Water merupakan dua dari beberapa tenant yang secara pasti akan melanjutkan diskusi dengan konsultan KI untuk memenuhi prosedur pendaftaran KI bagi produknya.

 

 

 

WORKSHOP PELATIHAN STRATEGI MARKETING PRODUK TENANT

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Kegiatan Workshop pendampingan tenant dilaksanakan untuk menguatkan kompetensi SDM tenant dalam Strategi Marketing yang dapat bermanfaat untuk memasarkan produk tenant. Narasumber dalam materi strategi marketing produk ini adalah Farid Subhan yang merupakan CEO Citiasia.Inc. Selain itu juga dilaksanakan Launching SMM (Sistem Manajemen Mutu) BIT yang mengacu pada standar Internasional ISO 9001:2015.

Acara pertama adalah Kegiatan Workshop Pelatihan Strategi Marketing. Kegiatan ini dibuka oleh oleh Kepala Balai Inkubator Teknologi Bapak Dr. Ir. Anugerah Widiyanto, B.Sc, M.Eng. dalam pembukaannya Kepala BIT menyampaikan beberapa hal, yaitu: para tenant diharapkan dapat menjabarkan kendala-kendala yang dihadapi oleh tenant dalam memasarkan/menjual produk kepada narasumber agar didapatkan solusi yang tepat. Selain itu Kepala BIT menekankan tentang revisi anggaran pendampingan tenant IBT agar segera diselesaikan untuk membantu mempercepat pelaksanaan inkubasi tenant.

Sesi selanjutnya adalah paparan tentang materi strategi marketing yang dibawakan oleh Farid Subhan. Dalam paparannya narasumber menjelaskan tentang “Powerfull Marketing Strategy” untuk Small Medium Enterprise (SMEs).  Beberapa hal yang dibahas  antara lain:
-    Tantangan apa saja yang dihadapi oleh UKM
-    Permasalahan UKM yang ada di Indonesia
-    Kiat-kiat sukses pemasaran untuk UKM, yaitu:
     a.    Susun strategi dan taktik yang jitu
     b.    Komunikasi yang efektif
-    Penyusunan perencanaan strategi dan taktik yang jitu untuk pemasaran:
     a.    Segment dan target pasar kita
     b.    Positioning, Differentiation dan Brand
     c.    Produk, harga, tempat dan komunikasi.

Acara yang kedua adalah launching Sistem Manajemen Mutu (SMM) BIT yang dilaksanakan oleh Kepala BIT. Ka.Sub.Bag Tatausaha menjelaskan  tentang dokumen SMM yang telah disiapkan oleh BIT dan diserahkan kepada Kepala BIT. Dalam acara launching tersebut Kepala Balai Menyampaikan Kebijakan Mutu yang isinya yaitu:

Kebijakan Mutu
Balai Inkubator Teknologi berkomitmen menghasilkan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi yang berdaya saing dengan:
1.    Meningkatkan kualitas layanan inkubasi bisnis teknologi secara berkelanjutan,
2.    Meningkatkan jejaring bisnis dan kerjasama kemitraan,
3.    Meningkatkan kompetensi pengelola inkubator,
4.    Menerapkan peraturan perundangan dan persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Setelah itu dilaksanakan sesi tanda tangan komitmen oleh kepala BIT, struktural dan staff BIT untuk menjalankan dan menerapkan Sistem Manajemen Mutu di BIT untuk layanan Inkubasi Teknologi terhadap tenant BIT. Diharapkan para staff BIT dapat melaksanakan dan menjalankan layanan inkubasi teknologi sesuai dengan dokumen SMM Balai Inkubator Teknologi yang mengacu pada ISO 9001:2015.

16 TENANT BIT LOLOS POGRAM IBT 2017 KEMENRISTEKDIKTI

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Enam Belas (16) Tenant atau Startup Binaan Balai Inkubator Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BIT-BPPT) dinyatakan lolos seleksi proposal dan mendapatkan Pembiayaan Program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) 2017.

16 tenant atau startup yang lolos tersebut Berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Sistem Inovasi dan Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi, Kemristekdikti Nomor: 01/SK/PPK.2/Ditjen PI/V/2017. Total 16 tenant tersebut akan mendapatkan permodalan kurang lebih sebesar Rp 6.157.736.000,-. Ke enam belas tenant tersebut adalah :

PROPOSAL TENANT DARI BALAI INKUBATOR TEKNOLOGI BPPT
PENERIMA PEMBIAYAAN DARI KEMENRISTEKDIKTI UNTUK PROGRAM
INKUBASI BISNIS TEKNOLOGI TAHUN 2017

     

No

Tenant

Judul Proposal

1

Egg Go-Green

Produksi Telur Organik Menggunakan Komposit Probiotik Vinegar

2

PT Powertech Mitra Asia

Bitumen Nano Waterproofing

3

PT Geliyat Inovasi Mandiri

Natural Black Garlic

4

PT Karunia Kautsar Perdana

SPIRUMEE “Mie Spirulina Berprotein Tinggi dan Bebas Gluten”

5

BIOMAGG

Komersialisasi BIOMAGG Sebagai Pakan Ternak Berprotein Tinggi dan Ramah Lingkungan

6

PT Nucla Teknindo Jaya

Gamma Density Solusi Mencegah Terjadi Kebocoran Dalam Proses Pengolahan Bahan Baku

7

AdhiGuna Lab

Komesialisasi Bibit Kentang (Planlet, Stek dan Kenolan)

8

CV Indowifi Surya Solusi

“WI4GO” Aplikasi Wi-Fi Plus-Plus untuk Pemasaran Digital Otomatis

9

STEPHNUS Furniture

STEPHNUSGREEN Sofa Berbasis Limbah Botol Plastik

10

Microtec Sukses Indonesia

Microtec Sebagai Anti Jamur Pada Industri Pakan Ternak

11

Valex Folfix

Valensi Alumunium Extrusion For TL/LED Lighting Fixtures

12

Agro Teknologi Pintar

AGROTEK KUMBUNG-7 PINTAR “EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS BUDIDAYA JAMUR BERBASIS INDUSTRIAL INTERNET OF THINGS”

13

Desi Asto Nugroho (Envinix)

SOKET PINTAR WIFI

14

Ray Firmansyah (Ray Energi Solution)

PRODUK APLIKASI SUBMARINE DRONE UNTUK KETAHANAN MARITIM

15

PT Indo Metro Surya Andola

BERAS SINGKONG “MAKANAN SEHAT BERBAHAN BAKU LOKAL DAN PENGGANTI PANGAN POKOK”

16

PT. PUSTEK ENERGI DAN TEKNOLOGI

DEVELOPMENT CPI OIL WATER SEPARATOR COUPLED WITH ELECTRO COAGULANT FOR WWTP SYSTEM

 

Program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) merupakan instrumen kebijakan dalam bentuk skema pendanaan untuk lembaga inkubator bisnis teknologi dan perusahaan pemula berbasis teknologi dengan tujuan Mendorong komersialisasi hasil inovasi teknologi dalam negeri, menumbuhkembangkan perusahaan pemula berbasis teknologi dan terwujudnya komersialisasi hasil inovasi teknologi yang berasal dari masyarakat, umum, LPK/LPNK, Balitbang/Dinas setempat.

BIT Mendapatkan Fasilitasi Program Pengembangan Lembaga Inkubator Teknologi dari Kemenristekdikti

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Lembaga inkubator teknologi merupakan salah satu lembaga penunjang yang diperlukan dalam mendukung hilirisasi dan peningkatan daya saing hasil litbang. Lembaga ini berperan dalam penyediaan sarana dan prasarana inkubasi bisnis berbasis teknologi serta menjembatani interaksi antara pelaku litbang dan industri.

Kegiatan pembangunan Lembaga Inkubator Teknologi menjadi salah satu sasaran program dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun 2015-2019.  Program pengembangan dan penguatan lembaga inkubator bertujuan agar lembaga ini bisa menjalankan tugas dan fungsinya serta untuk mendukung pengembangan Science Techno Park.

Untuk itu, Kemenristekdikti menfasilitasi pengembangan 9 lembaga inkubator teknologi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) dan 10 lembaga inkubator teknologi Non-PTNBH. Kegiatan penguatan 19 lembaga inkubator ini dilaksanakan bekerjasama dengan Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI).

Direktur Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya, Kemenristekdikti, Lukito Hasta mengatakan saat ini ada 95 lembaga inkubator di Indonesia. “Berdasarkan data AIBI, lembaga tersebut digolongkan dalam tahap dini sebanyak 58 inkubator, tahap berkembang 28 inkubator, dan tahap lanjut 9 inkubator,” kata Lukito dalam acara Kick Off Meeting Program Pengembangan Bisnis Teknologi dan pelatihan Konsep Inkubator Bisnis dan Teknologi, di Jakarta, Rabu (26/4).

Menurut Lukito ada tujuh kriteria penilaian yang ditetapkan AIBI yaitu luas ruangan inkubator, luas ruangan usaha tenant, jumlah personalia pengelola, jumlah pengelola paruh waktu/tetap, jumlah tenant inwall, rasio pendapatan yang dihasilkan inkubator dengan total pendapatan, serta keanggotaan lembaga inkubator dalam asosiasi nasional maupun internasional. Proses seleksi telah dilaksanakan pada 3 April 2017.

Adapun Sembilan lembaga inkubator teknologi PTNBH terpilih adalah Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Sumatera Utara.

Sementara 10 lembaga inkubator teknologi Non-PTNBH terpilih yaitu PENS Sky Venture - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, PT Gerdhu Inkubator Teknologi Surabaya, Pusat Inkubator Bisnis - Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto, PIBLAM - Universitas Brawijaya, BINUS Entrepreneurship Center - Universitas Bina Nusantara, Inkubator Bisnis Universitas Trunojoyo Madura, Semai Bisnis Sukses Universitas Stikubank Semarang, Inkubator Bisnis CUBIC Bandung, dan Inkubator Agribisnis Universitas Riau.

Lukito mengatakan kegiatan pengembangan lembaga inkubator antara lain melalui capacity building, pendampingan tata kelola yang baik antara inkubator dengan STP, pelatihan bersertifikat internasional, magang di inkubator yang telah maju, serta akreditasi lembaga dan sertifikasi pengelola inkubator.

Kegiatan lainnya berupa pendampingan penyusunan Business Model Canvas, Business Plan, Action Plan, SOP, Business Matching, Proposal Tenant, dan implementasinya.

Sumber : https://elshinta.com/news/106421/2017/04/27/kemenristekdikti-fasilitasi-pengembangan-19-lembaga-inkubator-teknologi

FGD Pra Inkubasi 2017

Written by Teguh DC on . Posted in Kegiatan

Balai Inkubator Teknologi – BPPT mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pra Inkubasi dalam rangka mempersiapkan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) pada tanggal 9 – 10 Mei 2017 di ruang rapat Gedung 410 Balai Inkubator Teknologi Kawasan PUSPIPTEK Tangerang Selatan.

Visit lbetting.co.uk how to sing-up at ladbrokes