Tenant BIT Berpartisipasi Pada Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2016

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Bertempat di Stadion Manahan Solo, acara Puncak Perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-21 digelar dengan meriah. Peringatan kegiatan HAKTEKNAS yang jatuh pada tanggal 10 Agustus 2016 ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya dipusatkan di daerah yang terkenal dengan kerajinan batiknya, yaitu Solo, Jawa Tengah. Pada tahun 2016 Hakteknas mengusung tema “Inovasi untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa”, perayaan kali ini berangkat dari pemikiran Inovasi dengan prinsip Better, Cheaper, and Faster, tanpa melupakan kualitas dan keunikan sumber daya yang dikembangkan dengan sentuhan IPTEK.

Workshop Fasilitasi dan Akses Pembiayaan untuk PPBT dan UKM Inovatif

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Dalam rangka menumbuhkembangkan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dan UKM inovatif salah satu dukungannya adalah melalui akses pembiayaan maupun insentif pendampingan lainnya. Oleh karena itu Balai Inkubator Teknologi (BIT) – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai salah satu pusat inovasi berbentuk inkubator bisnis berbasis teknologi menyelenggarakan Workshop Fasilitasi dan Akses Pembiayaan untuk PPBT dan UKM Inovatif yang diselenggarakan pada hari Kamis 28 Juli 2016 di Hotel Santika BSD.

Pelatihan Sertifikasi dan Standardisasi Produk & Jasa PPBT

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Balai Inkubator Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BIT-BPPT) menyelenggarakan Pelatihan Sertifikasi dan Standardisasi Produk & Jasa PPBT di Hotel Santika BSD Tangerang pada tanggal 28 Juni 2016. Kegiatan ini merupakan kerjasama dengan Badan Standardisasi Nasional untuk memberikan pelatihan dan pendampingan wirausaha bisnis berbasis teknologi bagi tenant dalam rangka mendorong peningkatan daya saing.

PELATIHAN dilaksanakan selama 1 (satu) hari pada tanggal 28 Juni 2016 di Hotel Santika BSD Tangerang Selatan dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang pentingnya sertifikasi dan standarisasi produk dan jasa bagi tenant Balai Inkubator Teknologi maupun fasilitator dan pendamping dari Balai Inkubator itu sendiri.

Para peserta PELATIHAN  ini berjumlah sekitar 40 orang yang terdiri dari tenant BIT, Mitra BIT dan Tim BIT. Narasumber pelatihan Bapak Drs. Suprapto, MPS dari Pusat Sistem Penerapan Standard - Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang menjelaskan mengenai mekanisme sertifikasi dan standarisasi produk dan jasa beserta peluang-peluang insentif yang bisa diakses oleh PPBT maupun lembaga inkubator.

Tujuan dari kegiatan PELATIHAN ini antara lain adalah Meningkatkan pemahaman tentang pentingnya sertifikasi dan standarisasi produk dan jasa, Memahami prosedur sertifikasi dan standarisasi produk dan jasa, Peningkatan kualitas barang dan jasa melalui sertifikasi dan standarisasi, Meningkatkan kredibilitas produk tenant dan Memahami peraturan/perundangan sertifikasi dan standarisasi produk dan jasa.

Adapun sasaran dari kegiatan PELATIHAN ini antara lain adalah Tersertifikasinya SNI di produk dan jasa tenant Balai Inkubator Teknologi dan Adanya kerjasama dengan lembaga sertifikasi dan standarisasi untuk produk dan jasa tenant Balai Inkubator Teknologi


Technopreneurship Camp 2016

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Balai Inkubator Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BIT-BPPT)  dan Technology Business Incubation Center Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (TBIC-RISTEKDIKTI) menyelenggarakan Technopreneurship Camp 2016 bertempat di gedung TBIC Kawasan PUSPIPTEK Gunung Sindur Bogor pada tanggal 19-21 April 2016. Kegiatan ini merupakan kerjasama inkubasi bisnis berbasis teknologi untuk memberikan pelatihan dan seleksi wirausaha bisnis berbasis teknologi bagi masyarakat dalam rangka mendorong tumbuhnya "technopreneur" (pengusaha berbasis teknologi).

Sebagai tahap awal BIT dan TBIC menyelenggarakan workshop ini dengan peserta dari masyarakat umum dan mahasiswa. Peserta di undang setelah memasukan proposal rencana bisnis kepada BPPT melalui website BIT dan TBIC yang dibuka dari bulan pertengahan bula Mei. Terdapat 126 proposal rencana bisnis yang masuk, sedangkan peserta yang yang diundang sebanyak 100 orang dari sekitar 50 proposal yang lulus seleksi di tahap awal.

Dari 50 proposal rencana bisnis itu nantinya akan diseleksi kembali untuk dipilih sekitar 25 proposal untuk menjadi peserta yang akan mempresentasikan proposal bisnisnya di hadapan para Juri. Akan dipilih 3 pemenang proposal bisnis inovatif yang akan berkesempatan untuk diinkubasi oleh Balai Inkubator Teknologi BPPT tahun 2016.

Kriteria seleksi meliputi solusi permasalahan, produk, kapasitas calon technopreneur, proyek bisnis, serta Hak Kekayaan Intelektual dan sertifikasinya. Peserta sebagian besar merupakan pemula dibidang bisnis serta masih rendah dalam menggunakan teknologi. Namun mereka memiliki ide yang bagus untuk dikembangkan maka melalui inkubasi ini akan diberikan bimbingan sampai akhirnya ide tersebut dapat direalisasikan.

Di hari pertama acara dibuka oleh pejabat Deputi Kepala BPPT bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi, Tatang Akhmad Taufik, Kepala Puspiptek Sri Setiawati dan Ketua Yayasan Pengembangan Teknologi Indonesia Marzan A. Iskandar. Setelahnya peserta diberikan pelatihan oleh Kepala BIT dan TBIC dan juga dari Inkubator Institut Pertanian Bogor.

Di hari kedua pada pagi harinya peserta dibekali sharing pengalaman dan success story dari pelaku bisnis yang sudah eksisting yakni Founder Norlive Indonesia Irma Wulansari dan Founder Fishery.com Milian Ikhsan. Setelah ISHOMA dilanjutkan paparan proposal bisnis di hadapan para Juri 25 proposal yang lulus seleksi.

Di hari terakhir acara sebelum pengumuman pemenang proposal bisnis inovatif peserta diberikan pengenalan metode Lean StartUp untuk memvalidasi ide bisnisnya sebelum memasuki masa inkubasi.

Pemenang Workshop Technopreneurship Camp 2016 3 dari 126 proposal yang masuk yakni :
Juara 1 Mobisha Innovation Tower
Juara 2 Beras Analog
Juara 3 DOZONE

 

 

 

WORKSHOP “ PENGELOLAAN SAMPAH KOTA DAN PELUANG BISNISNYA” BIT-BPPT

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

       Sampah merupakan masalah yang ditemukan hampir di seluruh belahan bumi. Berbagai upaya inovasi telah dilakukan dalam pengelolaan sampah, salah satunya dengan metode pirolisis. Pirolisis secara sederhana memiliki makna sebagai suatu proses pengolahan plastik menjadi bahan bakar cair. Namun saat ini metode ini belum menjadi sebuah solusi yang efisien karena nilai investasi yang tinggi belum sebanding dengan nilai yang diperoleh.
        Tangerang Selatan yang merupakan kota terbesar ke-11 berdasarkan jumlah penduduknya memiliki jumlah sampah yang mencapai 800 ton setiap harinya. Sampah tersebut dihasilkan dari 500 ribu kepala keluarga, pasar tradisional dan kawasan pertokoan. Dari sekian banyak sampah tersebut, hanya 30 persen yang terangkut ke TPA Cipecang, 20 persen tereduksi melalui bank sampah, tempat pengolahan sampah 3R yang kini beroperasi sebanyak 41 titik. Sisanya belum tertangani. Meski hanya menampung 30 persen sampah Tangerang Selatan setiap harinya, TPA Cipecang kini sudah penuh. Tingginya tumpukan sampah mencapai 12 meter dan telah memenuhi area sanitary landfill seluas 1 hektare tersebut. ”Meski sudah penuh, kami tetap upayakan sampah yang masuk tetap dikelola di sana.” Kata Tedi Krisna, Kepala Seksi DKPP Kota Tangerang Selatan.
        Balai Inkubator Teknologi (BIT) BPPT yang merupakan sebuah lembaga intermediasi yang membina UKM Inovatif ingin memiliki peran dalam mengatasi permasalhan sampah di Tangerang Selatan. BIT-BPPT bekerjasama dengan ITI serta UKM binaan mengadakan kegiatan dalam Workshop dengan tema “Pengelolaan Sampah Kota dan Peluang Bisnisnya.” Outcome yang ingin dicapai jika kegiatan ini dapat dilaksana dengan baik adalah masyarakat, khususnya pengelola Bank Sampah di Tangerang Selatan dapat melihat sekaligus memanfaatkan peluang bisnis yang ada dari pengelolaan sampah baik yang berupa organik maupun anorganik. 
        Workshop “Pengelolaan Sampah dan Peluang Bisnisnya” yang dilangsungkan selama 1 hari ini menghadirkan Narasumber dari Pusat Teknologi Produksi Pertanian–BPPT, ITI dan PT. Duna Nusantara. Dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang yang terdiri dari komunitas bank sampah kota Tangerang Selatan, komunitas bank sampah dari Jakarta Barat, Batalyon Kaveleri Kav 9 Serpong, MAN Insan Cendikia, dan ITI.  Bertempat di Gedung 410 BIT Puspiptek, tanggal 12 April 2016 telah diselenggarakan workshop tersebut. Acara dibuka oleh Kepala Balai Inkubator Teknologi – BPPT, Bapak Anugerah Widiyanto dilanjutkan dengan sambutan dari Dinas Kebersihan Pertamanan dan  Pemakaman yang diwakili oleh Bapak Tedi Krisna dan arahan oleh Deputi Kepala BPPT Bidang PKT, Tatang A. Taufik.
        Bapak Tatang A. Taufik memberikan arahan agar entitas yang hadir dalam acara workshop baik sebagai pengisi acara maupun sebagai peserta dapat memiliki kontribusi dalam pengolahan sampah dengan merubah polah pikir atau paradigma masyarakat terhadap sampah dimulai dari lingkungan rumah sendiri. Sampah rumah tangga sebaiknya dari awal dipilah antara yg organik dan non organik. Teknik pengelolaan sampah saat ini sudah banyak mulai dari yang sederhana dengan menjadikan sampah organik sebagai kompos hingga mengolah sampah anorganik seperti plastik menjadi bahan bakar cair. Salah satu UKM Binaan di BIT BPPT atau yang dapat disebut sebagai tenant yang bergerak di bidang solusi microbial yang memiliki manfaat sebagai Teknologi Pengurai sampah dengan kurun waktu relatif cepat dengan menggunakan mikroba. Mengutip salah satu pesan dari Bapak BJ Habibie, dalam teknologi penerbangan kita juga bisa terapkan didalam pengelolaan sampah, yakni “memulai dari akhir dan berakhir dipermulaan”.
        Dalam pelaksanaannya adapun materi pertama yang diberikan dalam workshop adalah “Dampak dan Solusi Holistik Penanganan Sampah Kota” yang dibawakan oleh adalah Ibu Yenni Widiyanti.  Kemudian dilanjutkan materi kedua dari PT. Duna Nusantara yang diwakili oleh bapak Basuki yang menjelaskan bagaimana mikroba yang diproduksinya mampu mengurai sampah, potensi bisnisnya dan dilanjutkan dengan praktik aplikasi pengguna produk mikroba dalam mengurai sampah rumah tangga.  Pada sesi terakhir pemateri berasal dari PTPP-BPPT yaitu bapak Sudaryanto Djamhari menjelaskan tentang cara membuat aquaponik dilanjutkan dengan praktik pembuatan aquaponik sederhana. (bit/en)

Visit lbetting.co.uk how to sing-up at ladbrokes