Prainkubasi, Langkah Awal Keberhasilan Proses Inkubasi

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Persiapan inkubasi tenant merupakan salah satu fase kegiatan dalam tahap inkubasi, dimana kegiatannya dilaksanakan pada awal proses inkubasi. Keberhasilan proses inkubasi bergantung kepada hasil persiapan inkubasi yang telah dilaksanakan.

Dalam  rangka persiapan inkubasi, Balai Inkubator Teknologi yang  merupakan balai di bawah naungan kelembagaan BPPT telah melaksanakan kegiatan persiapan pra inkubasi yang merupakan tahapan awal dalam proses inkubasi. Kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan kepada tenant terpilih untuk memahami proses/kegiatan inkubasi, membuat rencana bisnis (bussiness plan) yang efektif dan menarik, dan membuat roadmap pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat, Gedung 410, Balai Inkubator Teknologi, Puspiptek Serpong, pada tanggal 10 - 12 Febuari 2016. Hadir sebagai narasumber Kepala BIT, Anugerah Widianto; Chief Engineering, Moh Hamdani, Kasie Program dan Penerapan Teknologi, Rudi Purwo W., Kasie Kerjasama dan Pelayanan Jasa Teknologi, Suryo Hadiyono.

Kegiatan diawali dengan pemberian materi tentang inkubasi teknologi, penyusunan bisnis plan dan roadmap bisnis kemudian diakhiri dengan penyusunan bisnis model canvas pada hari pertama. Tujuan diberikannya materi tersebut agar peserta memahami bagaimana proses inkubasi di Balai Inkubator Teknologi serta bagaimana menyusun bisnis plan, roadmap bisnis dan bisnis model canvas dengan baik. Hari kedua peserta diminta untuk mempresentasikan bisnis model canvas dan rencana bisnis masing–masing produk. Tenant-tenant yang mengikuti kegiatan ini diantaranya Produk Michel dan Sapato, Traveler kosmetik, Waste Bio Petrolisis, Observable Submarine Drone, dan Inkubasi alat pertanian . (bit/pa)

Seleksi Tenant Menjadi Kunci Utama Calont Tenant Bekualitas

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Seleksi Tenant Menjadi Kunci Utama Calont Tenant Bekualitas
      Dalam proses inkubasi, seleksi tenant menjadi kunci utama dalam menghasilkan input calon tenant yang berkualitas. Kegagalan dalam menyeleksi tenant akan memberikan dampak langsung pada proses inkubasi dan output yang dihasilkan.
     Untuk itu, pada tanggal 14-21 Januari 2015,  Tim Program dan Penerapan Teknologi, Balai Inkubator Teknologi telah melaksanakan kegiatan seleksi tenant untuk memperoleh produk-produk teknologi inovatif dari hasil penelitian dan pengembangan yang siap diproduksi masal, memiliki nilai komersil, berpotensi pasar, dan potensi investasi agar dapat diinkubasi di tahun 2016. Kegiatan seleksi dilaksanakan  di Gedung Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi, Kawasan  Puspiptek, Tangerang Selatan.

Seleksi diikuti oleh kurang lebih 8 calon tenant diantaranya:

  1. MiChel Sapato (Microscopic Characterization E-Learning & Sample Preparation Tools) dari Tim Inventor yaitu : Agus Purwanto, Arbi Dimyati, Pudji Untoro
  2. Paket Kosmetik untuk Perawatan Kulit Wajah dari Tim Inventor yaitu Andrianopsyah Mas Jaya Putra
  3. Massoia Bark Oil Lactone C-10 95%+ dari Tim Inventor yaitu Fraudy Yunanto,produk ini merupakan minyak atsiri hasil penyulingan kulit kayu massoia yang berbau wangi (sweetish oil) dan terasa pedas jika terkena kulit, dengan kandungan utama senyawa Lakton C10 dan C12
  4. BLIIGO.COM (E-Commerse Herbal)
  5. Waste Bio-Petrolisis dari Tim Inventor yaitu Bagus Pramudito yang merupakan teknologi olah sampah plastik energy dan fitur inovasi untuk incinerator
  6. Magnesium Oksida (MgO) dari Dolomit sebagai bahan baku pembuatan pupuk dari Tim Inventor yaitu Gunawan Hadiko, Agus Ismail, Bimo Ary Pujangga P
  7. Teknologi Pengolahan Air Reverse Osmosis Rendah
  8. TEPSOR (Tempat Mengelola Sampah Organik dengan produk turunan pupuk cair organic, pupuk padat organic, gas methane)

     Kriteria penilaian tim seleksi dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Berdasarkan kriteria tersebut juga ditentukan anggota tim seleksi yang dibutuhkan agar dapat mengeksplor produk tenant sesuai kapasitas keilmuan. Kriteria penilaian diambil dari ide bisnis, kesiapan produk, prospek pasar, tingkat teknologi yang digunakan, analisa keuangan, potensi pasar, potensi SDM, potensi perolehan HAKI dan aspek social enkonomi dan lingkungan. (bit-pa)

Workshop Capacity Building Inkubasi Bisnis Teknologi

Written by Super User on . Posted in Kegiatan

Acara Workshop Capacity Building tentang Inkubasi Bisnis Teknologi telah diselenggarakan oleh tim Balai Inkubator Teknologi BPPT pada tanggal 16-17 Februari 2016. Acara workshop ini diperuntukkan bagi para unit di lingkungan Kedeputian Pengkajian Kebijakan Teknologi yang ingin meningkatkan pengetahuan terkait kewirausahaan dan juga nantinya sebagai fasilitator terhadap mitra kerjanya. Materi workshop mencangkup program inkubasi bisnis, coaching kewirausahaan dan juga metode Lean Start Up.

Coaching adalah suatu re-education yang berfungsi untuk mempelajari kembali pelajaran yang kita dapatkan semenjak kita dilahirkan hingga usia kita saat ini. Coaching lebih fokus pada keadaan positively yaitu bagaimana kita memberi persepsi yang positif terhadap setiap persoalan dan masalah yang sering kita hadapi dalam hidup ataupun dalam bisnis yang kita jalani. Coaching menjadikan kita lebih empowering dalam artian kita dalam menjalani hidup atau menjalani bisnis kita akan senantiasa mendapat energi baru untuk terus dapat melewati tantangan demi tantangan yang muncul dalam kehidupan awal atau awal dalam kita membentuk sebuah usaha atau membentuk sebuah perusahaan supaya perusahaan kita di awal-awal berdiri dapat terus beroperasi dengan melewati masa rawan dalam berbisnis. Coaching fokus pada progeess , jadi coaching sangat menitikberatkan pada setiap aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan atau dalam bisnis harus terjadi peningkatan kualiatas atau yang disebut progress supaya terlihat dampak manfaat setelah mengikuti coaching.

Lean Startup Machine sendiri merupakan sebuah pelatihan yang berasal dari New York, dan telah digelar di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Hongkong, Belanda dan Singapura, berbagai kegiatan atau tema pelatihan yang diajarkan menjadi pengenalan atas buku LeanStartup. Para peserta akan bertemu dan belajar untuk memvalidasi ide bisnis dan kebutuhannya di tempat yang telah ditentukan. Bersama mentor, mereka akan melahirkan ide-ide dan solusi yang nantinya akan terus mengembangkan ekosistem startup di Indonesia.

Tujuan workshop ini adalah mengedukasi tentang validasi ide bisnis melalui kacamata pelanggan. Lokakarya akan dimulai dengan sesi pitching, dengan membagi peserta menjadi beberapa tim. Setelah tim terbentuk, setiap peserta dapat berkontribusi membangun ide yang telah di-pitch, atau justru mengembangkan ide baru yang disetujui bersama.

Setelah itu, setiap tim akan membuat hipotesis, berbagai asumsi akan hipotesis tersebut, serta menentukan Minimum Viable Product (MVP) alias produk paling sederhana, yang fitur dan nilai utamanya masih bisa digunakan baik dari masing-masing ide.

Tujuan dari uji coba MVP ini adalah agar peserta bisa mulai keluar dari ruangan untuk mengomunikasikan produk mereka, memberikan pengujian produk, mendapatkan saran dan masukan, langsung dari calon konsumen mereka. Inilah cara Lean Startup Machine memvalidasi sebuah ide. Bukan dengan teori atau asumsi, namun fakta lapangan.

Proses ini membuat peserta dapat melahirkan ide-ide bisnis yang terfokus pada masalahnya. Dengan terus menerus melakukan validasi dan menggagalkan asumsi, tim bisa melakukan pivot untuk tiap solusi, yang mengarah pada masalah nyata tiap konsumen, sehingga bisnis tersebut dapat ter-monetize dengan baik.

Lean Startup Machine ditutup dengan setiap tim melakukan presentasi solusi yang mereka dapatkan, serta pengalaman mereka selama proses menemukan solusi tersebut. Yang diharapkan bukanlah mereka yang punya ide paling unik atau berbeda, tapi mereka yang bisa menjalani proses dengan baik dan mengimplementasikan masukan konsumen melalui pivot.

Visit lbetting.co.uk how to sing-up at ladbrokes