Profil BIT

Written by Super User on . Posted in Organisasi

Pendahuluan

Inkubator Bisnis telah lama dikembangkan di beberapa negara maju. Di Indonesia, inkubator mulai dikembangkan pada tahun 1992, dengan inisiatif pemerintah untuk mengembangkan inkubator bekerjasama dengan perguruan tinggi. Peran inkubator sangat penting bagi pengusaha/UKM pemula (tenant inovatif berbasis teknologi), karena Inkubator dirancang untuk membantu usaha baru dan sedang berkembang menjadi pengusaha yang mandiri melalui serangkaian pendampingan terpadu meliputi penyediaan sarana perkantoran, uji produksi, uji pasar, konsultasi manajemen, teknologi, pemasaran dan keuangan, pelatihan, serta penciptaan jaringan usaha baik lokal maupun internasional.

Secara umum inkubator dikelola oleh sejumlah staf dengan manajemen yang sangat efisien dengan menyediakan layanan “7S”, yaitu: space, shared, services, support, skill development, seed capital, dan synergy.

  1. Space berarti  inkubator menyediakan tempat untuk mengembangkan usaha pada tahap awal.
  2. Shared dimaksudkan bahwa inkubator menyediakan fasilitas kantor yang bisa digunakan secara bersama, misalnya resepsionis, ruang konferensi, sistem telepon, faksimile, komputer dan jaringan, serta sistem keamanan kerja.
  3. Services meliputi konsultasi manajemen dan masalah pasar, aspek keuangan dan hukum, informasi perdagangan dan teknologi.
  4. Support  dalam hal ini inkubator membantu akses terhadap riset, jaringan profesional, teknologi, internasional, dan investasi.
  5. Skill development  dapat dilakukan melalui pelatihan, dan peningkatan kemampuan SDM lainnya.
  6. Seed capital dapat dilakukan melalui dana bergulir internal atau dengan membantu akses usaha kecil pada sumber-sumber pendanaan atau lembaga keuangan yang ada.
  7. Synergy adalah kerjasama tenant dan peningkatan jejaring (network) dengan pihak universitas, lembaga riset, usaha swasta, profesional maupun dengan masyarakat internasional.


Sekilas Balai Inkubator Teknologi

Balai Inkubator Teknologi (BIT) merupakan unit pelaksana teknis di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Pusat Teknoprener dan Klaster Industri, Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi.

BIT mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pelayanan inkubasi teknologi. Dalam melaksanakan tugasnya, BIT mempunyai fungsi sebagai berikut :

  • Pelaksanaan fasilitasi dan konsultasi manajemen dan bisnis, aspek legal, dan dukungan fasilitas inkubasi bisnis untuk mendukung pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah berbasis teknologi atau inovasi;
  • Pelaksanaan fasilitasi dan konsultasi pengembangan sumber daya manusia kewirausahaan, pengembangan jaringan bisnis, akses pembiayaan, dan kerja sama baik dalam maupun luar negeri, serta pemasyarakatan jasa inkubasi;
  • Pelayanan administrasi ketatausahaan di lingkungan Balai Inkubator Teknologi.

BIT-BPPT didirikan sebagai kendaraan untuk menciptakan pengusaha inovatif antara mitra ABGC (Akademik, Bisnis, Pemerintah dan Komunitas) dalam rangka menjadi unit bisnis baru berbasis teknologi atau inovasi yang memiliki kompetitif, tangguh dan mandiri. Selain itu juga berfungsi sebagai pedoman untuk Usaha Kecil dan Menengah dan Koperasi (UKMK) yang berbasis inovasi teknologi.

Fungsi Umum BIT

  1. Memberikan layanan advokasi dan manajemen fasilitas, akses pasar, akses terhadap pembiayaan, aspek hukum fasilitas laboratorium dan layanan untuk peneliti di BPPT atau lembaga-lembaga lainnya, Perguruan Tinggi dan masyarakat, dalam rangka menumbuhkan kewirausahaan berbasis teknologi atau inovasi.
  2. Memberikan layanan advokasi untuk mendukung pengembangan Usaha Kecil dan Menengah dan Koperasi (UKMK) yang inovasi berbasis teknologi.
  3. Meningkatkan jaringan atau dalam jaringan baik domestik dan luar negeri dan mempopulerkan layanan inkubasi teknologi atau inovasi.

Tahapan Layanan Inkubasi

Profil Kemitraan

Mitra BIT adalah UKM, pengusaha, para ahli, penelitian unit pada pusat-pusat penelitian pemerintah dan swasta, lembaga keuangan, Komunitas maupun lainnya yang memberikan prioritas kepada teknologi dan inovasi sebagai pola dasar kegiatan bisnis dasar.

Jenis Mitra

  1. Akademisi: terdiri dari lembaga pendidikan dan lembaga litbangyasa
  2. Bisnis: terdiri dari industri swasta
  3. Pemerintah: terdiri dari instansi pemerintah, termasuk lembaga-lembaga departemen, pemerintah departemen dan non lokal.
  4. Komunitas

 

Visit lbetting.co.uk how to sing-up at ladbrokes